Relasi Kuasa Pelaku Dan Korban Kekerasan Seksual Dengan Identitas Kelas Sosial Yang Berbeda Dalam Film Penyalin Cahaya (2021)

Dimas Ramadhiansyah (2022) Relasi Kuasa Pelaku Dan Korban Kekerasan Seksual Dengan Identitas Kelas Sosial Yang Berbeda Dalam Film Penyalin Cahaya (2021). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
071911533011_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (780kB)
[img] Text (BAB I)
071911533011_BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
071911533011_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi dan memaknai identitas kelas sosial yang berbeda antara pelaku dan korban kekerasan seksual serta relasi kuasa yang terjadi di antara keduanya digambarkan dan diartikulasikan dalam feature film berjudul Penyalin Cahaya (2021). Penelitian ini berangkat pada fakta bahwa angka kasus kekerasan seksual di Indonesia terus meningkat sementara kasus-kasus tersebut sulit diselesaikan karena isu relasi kuasa dan dominasi kelas yang ditengarai. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori relasi kuasa dan kelas sosial, serta teori film dan semiotika Saussure. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-eksploratif dengan analisis tekstual semiotika milik Ferdinand De Saussure. Unit analisis penelitian ini berupa narasi dialog dan gambar visual dalam film Penyalin Cahaya (2021), kemudian diinterpretasikan dan dianalisis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa film Penyalin Cahaya (2021) menggambarkan tindak kekerasan seksual terjadi akibat adanya perbedaan status kelas sosial antara pelaku dan korban kekerasan seksual. Dalam film tersebut pelaku digambarkan berada dalam status kelas atas dengan memiliki kekayaan, kekuasaan serta kehormatan; sementara korban digambarkan dalam status kelas bawah yang berada dalam kemiskinan, ketidakberdayaan (vulnerable) serta tidak memiliki kekuasaan (powerless). Film ini juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa terbentuknya relasi kuasa antara pelaku dan korban kekerasan seksual dapat terjadi karena adanya ketimpangan status sosial. Perbedaan tersebut menjadi penyebab utama dari tindak kekerasan seksual dalam konteks hubungan kelas dan kekuasaan yang lebih tinggi bagi pelaku dibandingkan dengan yang lebih rendah terutama di Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FISIP.K 57 - 23 Dim r
Uncontrolled Keywords: representation, films, sexual violence, social class, power relations
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV6001-7220.5 Criminology > HV6250-6250.4 Victims of crimes. Victimology
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsNIM
Dimas RamadhiansyahNIM071911533011
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 29 Sep 2026 00:52
Last Modified: 29 Sep 2026 00:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148042
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item