Ni Wayan Shintya Pratista Santhi (2022) Media Experience (Pengalaman Penggunaan Media) Emoji Pada Aplikasi Pesan Singkat WhatsApp Oleh Penduduk Usia Produktif Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071911533105_HALAMAN JUDUL.pdf Download (917kB) |
|
|
Text (BAB I)
071911533105_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071911533105_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai bagaimana terjadinya confirmation bias pada persepsi pesan beremoji di WhatsApp bagi penduduk usia produktif DKI Jakarta. Berawal dari metode komunikasi yang terus mengalami perubahan, membuat komunikasi non-verbal juga terseret dalam perubahan tersebut. Komunikasi non-verbal ini salah satunya ialah emoji, yang merupakan simbol digital pengganti dari berbagai simbol pada dunia nyata. Namun, dalam mempersepsikan simbol, individu seringkali memiliki ragam interpretasi sehingga menyebabkan timbulnya confirmation bias dan berpotensi menimbulkan mispersepsi. Teori utama yang mendasari penelitian ini ialah confirmation bias (Festinger,1957) serta teori interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead. Peneliti menyoroti individu dengan kategori sebagai penduduk usia produktif yang aktif menggunakan WhatsApp serta pernah atau sering menggunakan emoji pada media komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan penduduk usia produktif DKI Jakarta. Hasil dari penelitian ini menyajikan bahwa terdapat beberapa poin mengenai media experience oleh penduduk usia produktif DKI Jkarata terhadap penggunaan emoji di aplikasi perpesanan sosial WhatsApp yang juga menimbulkan terjadinya confirmation bias ini yakni, karena adanya kebiasaan yang berbeda pada setiap kategori penduduk usia produktif dalam menggunakan emoji, adapun interaksionisme simbolik yang diadaptasi dari simbol-simbol di dunia nyata ke dunia digital, serta terdapat faktor identitas generasi yang mengklasifikasi penggunaan emoji dari segi kelompok generasi. Namun meskipun demikian, confirmation bias yang terjadi pada proses persepsi tidak dapat digolongkan ke dalam hasil persepsi yang salah ataupun benar.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.K 58 - 23 Niw m | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | confirmation bias, emoji, messages, productive age population, WhatsApp | ||||||
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 01:21 | ||||||
| Last Modified: | 29 Sep 2026 01:21 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148046 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


