CLARIS FRANCIS (2022) ANALISIS KECEMBUNGAN WAJAH BERDASARKAN BIBIR BAWAH MENURUT RICKETTS PADA SKELETAL KELAS I,II,III. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133173_HALAMAN JUDUL.pdf Download (351kB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133173_BAB I.pdf Download (47kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133173_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Maloklusi merupakan penyimpangan letak gigi dari keadaan normal. Maloklusi dapat terjadi karena penyimpangan dental, skeletal atau kombinasi keduanya yang dapat mengakibatkan fungsi dan estetika wajah terganggu. Maloklusi akan berpengaruh terhadap profil wajah terutama bibir. Analisi profil jaringan lunak Ricketts menggunakan garis estetik yang disebut dengan e-line ricketts (garis E). Tujuan: menilai pentingnya analisis diskrepansi sefalometri dalam menentukan macam perawatan Metode: Pengambilan data di RSGM UNAIR dilanjutkan dengan melihat pola maloklusi klas I, II, dan III. Memasukkan foto sefalometri ke tracing software. Melihat arah pertumbuhan, melakukan analisis data, dan melihat posisi bibir atas dan bawah. Hasil: Berdasarkan uji Pearson Correlation didapatkan bahwa korelasi antara Ricketts estetik line (atas) dengan beberapa variabel pada maloklusi klas I (Ricketts Estetik line (bawah)), klas II (ANB, FH-Mandibular Plane, IMPA, Ricketts Estetik line (bawah), Facial Angle dan FMIA), dan klas III (ANB, IMPA, Ricketts Estetik line (bawah), Facial Angle, SNA, SNB, FH-Occlusal Plane, dan FMIA), sedangkan antara Ricketts estetik line (bawah) dengan beberapa variabel pada maloklusi klas I (Panjang Mandibula, Panjang Maksila, FH-Mandibula Plane, Ricketts Estetik line (atas), dan FMIA), klas II (Ricketts Estetik line (atas)), dan klas III (Ricketts Estetik line (atas)) Kesimpulan: Korelasi antara posisi bibir atas bawah terhadap Ricketts Estetik line pada pasien maloklusi klas I skeletal menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan Ricketts Estetik line (bawah), Panjang Mandibula, Panjang Maksila, FH-Mandibula Plane, Ricketts Estetik line (atas), dan FMIA. Klas II skeletal pada ANB, FH-Mandibular Plane, IMPA, Ricketts Estetik line (bawah), Facial Angle dan FMIA, Ricketts Estetik line (atas), serta klas III skeletal pada ANB, IMPA, Ricketts Estetik line (bawah), Facial Angle, SNA, SNB, FH-Occlusal Plane, FMIA, dan Ricketts Estetik line (atas).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 195 - 23 CLA a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | malocclusion, upper and lower lip position, Ricketts aesthetic line | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK520-528 Orthodontics | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 01:53 | |||||||||
| Last Modified: | 29 Sep 2026 01:53 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148053 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


