MUNAWAROH FITRIAH (2022) EVALUASI KADAR ANTIBODI SPIKE RECEPTOR BINDING DOMAIN SARS COV-2, INTERLEUKIN-4 DAN INTERLEUKIN-6 PASCA TERAPI PLASMA KONVALESEN PADA PASIEN CORONA VIRUS DISEASES 2019 ( COVID-19 ) DERAJAT BERAT - KRITIS. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011919079301_HALAMAN JUDUL.pdf Download (962kB) |
|
|
Text (BAB I)
011919079301_BAB I.pdf Download (421kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011919079301_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan : Plasma konvalesen merupakan alternatif terapi untuk tatalaksana COVID-19 namun penggunaannya masih kontroversial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efektivitas plasma konvalesen dalam memodulasi respons imun berdasarkan kadar Ig G sRBD SARS CoV-2, sitokin proinflamasi IL-6 dan sitokin antiinflamasi IL-4 dan mortalitas sebelum dan sesudah mendapatkan terapi plasma konvalesen pada pasien COVID-19 derajat berat-kritis Metode : Penelitian analitik observational, kohort prospektif. Dilakukan periode Juni 2020-September 2021, menggunakan sampel pasien COVID-19 (n=39) yang di rawat di RIK RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pengambilan sampel secara consecutive sampling dan pemeriksaan sampel dilakukan sebelum pemberian terapi plasma konvalesen dan pada hari ke-1, ke-2, ke-7 setelah pemberian terapi plasma konvalesen. Pemeriksaan kadar Ig G sRBD menggunakan metode CLIA dengan alat Maglumi (Snibe Diagnostic, China), IL-6 menggunakan metode Cytometric Beads Array (BD CBA Kit, BD Bioscience, USA), dan IL-4 menggunakan ELISA (Quantikine HS, R&D system, USA). Hasil : Pada 39 sampel penelitian ini didapatkan peningkatan kadar Ig G sRBD setelah pemberian plasma konvalesen hari ke-1, ke-2 dan ke-7 dengan nilai p<0,05. Tidak didapatkan peningkatan bermakna kadar IL-4 dan penurunan kadar IL-6 setelah pemberian TPK (p>0,05). Tidak didapatkan hubungan antara perningkatan kadar Ig G sRBD dengan peningkatan IL-4 dan penurunan IL-6, serta tidak ada hubungan antara peningkatan IgG sRBD, peningkatan IL-4 dan penurunan IL-6 terhadap mortalitas pasien. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara peningkatan kadar IgG sRBD dengan perubahan kadar IL-4 dan IL-6. Perubahan Kadar IgG sRBD, IL-4 dan IL-6 tidak berhubungan dengan mortalitas pada resepien plasma konvalesen COVID-19 derajat berat – kritis.
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.PK 19 - 23 MUN e | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ig G sRBD, IL-4, IL-6, COVID-19, severe – critical, convalescent plasma. | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Patologi Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:33 | |||||||||
| Last Modified: | 29 Sep 2026 03:33 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148067 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


