Diva Alishya Shafwah (2022) Hubungan Faktor Risiko Lingkungan Dengan Penyakit Filariasis Di Negara Berkembang : Literature Review. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101811133044_HALAMAN JUDUL.pdf Download (8MB) |
|
|
Text (BAB I)
101811133044_BAB I.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101811133044_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Permasalahan penyakit filariasis belum selesai dan masih menjadi masalah besar baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Penyakit ini mengancam sebanyak 863 juta jiwa yang tersebar di 47 negara di seluruh dunia dan memerlukan kemoterapi preventif untuk menghentikan penyebaran infeksi. Penyakit filariasis limfatik ditimbulkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Selain itu, faktor lingkungan baik dari fisik, biologis, maupun sosial, ekonomi, dan budaya mempunyai peran dalam persebaran kasus filariasis. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji hubungan faktor risiko lingkungan terhadap kejadian penyakit filariasis di negara berkembang melalui studi literatur. Metode penelitian ini adalah narrative literature review dengan sumber data yang diperoleh dari beberapa database yaitu Google Scholar, Research Gate, PubMed, Springer, Scopus, dan DOAJ dengan rentang waktu dari tahun 2012-2022. Penelitian literatur berdasarkan kata kunci “filariasis”, “lymphatic filariasis”, “elephantiasis”, “environmental”, “physical environment”, “biological environment”, “social environment”, dan “risk factors”. Metode penelitian artikel menggunakan STROBE guideline sehingga artikel yang dikaji dalam penelitian ini merupakan hasil penelitian observasional yang dilakukan sesuai dengan kaidah ilmiah. Diperoleh 20 artikel yang akhirnya dikaji dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa Wuchereria bancrofti merupakan agent yang paling sering menyebabkan kasus filariasis. Vektor yang paling banyak diteliti terkait penyakit filariasis adalah Culex. Terdapat hubungan antara usia, keberadaan kelambu, kondisi saluran pembuangan, dan tanaman air dengan kejadian penyakit filariasis di negara berkembang. Sebaliknya, jenis kelamin dan pekerjaan mayoritas tidak terdapat hubungan dengan kejadian penyakit filariasis di negara berkembang. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti lebih banyak mengenai faktor lingkungan fisik khususnya tentang kondisi saluran pembuangan di sekitar masyarakat yang diduga berperan penting juga dalam terjadinya penyebaran kasus penyakit filariasis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM 122 - 23 Div h | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Filariasis, Physical Environment, Biological Environment, Social Environment | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene |
||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 08:05 | ||||||
| Last Modified: | 29 Sep 2026 08:05 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148088 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


