STUDI KUALITATIF KEWASPADAAN ORANG TUA BAYI PREMATUR TERHADAP RISIKO KEBUTAAN AKIBAT RETINOPATHY OF PREMATURITY DI RSUD DR SOETOMO

Butsainah Aliyah Rizky Sukmajaya (2022) STUDI KUALITATIF KEWASPADAAN ORANG TUA BAYI PREMATUR TERHADAP RISIKO KEBUTAAN AKIBAT RETINOPATHY OF PREMATURITY DI RSUD DR SOETOMO. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
012011133224_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (341kB)
[img] Text (BAB I)
012011133224_BAB I.pdf

Download (38kB)
[img] Text (FULLTEXT)
012011133224_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Retinopathy of Prematurity (ROP) adalah gangguan vaskularisasi retina pada bayi prematur yang menjadi penyebab utama gangguan penglihatan global, termasuk di Indonesia. Prevalensi ROP bervariasi di berbagai negara. Faktor risiko utama termasuk berat badan lahir, usia gestasional, dan paparan oksigen. Penelitian di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou menunjukkan bahwa paparan oksigen tinggi dapat meningkatkan risiko ROP pada bayi. Meskipun tatalaksana medis telah banyak diteliti, pengetahuan orang tua bayi prematur tentang ROP menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan. Belum ada penelitian di Indonesia yang memeriksa pengetahuan orang tua terkait ROP. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap risiko kebutaan akibat ROP pada bayi prematur. Tujuan : Mengetahui kewaspadaan orang tua bayi prematur terhadap risiko kebutaan akibat retinopathy of prematurity. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan prospektif menggunakan data primer berupa wawancara Hasil : Penelitian pada 17 orangtua bayi prematur di Poli Mata RSUD Dr. Soetomo menunjukkan bahwa sebagian besar berusia 26-35 tahun (58,8%) dengan tingkat pendidikan SMA/SLTA/MAN/sederajat (41,2%). Sejumlah 46,1% responden yang pernah melakukan skrining tidak tahu apa itu ROP, dan 100% responden yang belum pernah skrining juga tidak mengetahui ROP. Terkait tatalaksana ROP, sebanyak 30,8% responden yang pernah skrining dan 75% responden yang belum pernah skrining tidak tahu. Tentang perceived susceptibility terkait ROP, 61,5% responden yang pernah skrining dan 50% responden yang belum pernah skrining tidak tahu. Sebanyak 30,7% responden yang pernah skrining merasakan tingkat keparahan ROP, dan 50% responden yang belum pernah skrining khawatir terhadap tingkat keparahan tersebut. Sebanyak 38,5% responden yang pernah skrining melakukan skrining untuk menjaga kesehatan mata anaknya, dan 50% responden yang belum pernah skrining karena dirujuk. Sebanyak 84,6% responden yang pernah skrining dan 100% responden yang belum pernah skrining melihat manfaat dari skrining ROP sebagai sarana kesehatan yang memadai. Terkait hambatan, 46,1% responden yang pernah skrining tidak merasakannya, dan 50% responden yang belum pernah skrining menganggap lokasi RS yang jauh sebagai hambatan. Sebanyak 53,8% responden yang pernah skrining dan 100% responden yang belum pernah skrining mencatat bahwa dokter menjadi pemicu utama untuk menjalani skrining ROP. Kesimpulan : Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan persepsi (Health belief) dari responden sehingga mempengaruhi tingkat kewaspadaannya terhadap risiko kebutaan pada bayi akibat Retinopathy of Prematurity. Kata kunci : Retinopathy of Prematurity, Health belief model, kewaspadaan, buta

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 18 - 24 BUT s
Uncontrolled Keywords: Retinopathy of Prematurity, Health Belief Model, awareness, blindness
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Butsainah Aliyah Rizky SukmajayaNIM012011133224
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 30 Sep 2026 01:40
Last Modified: 30 Sep 2026 01:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148102
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item