SRI ANDREANI UTOMO (2022) HUBUNGAN ANTARA PENCITRAAN MAGNETIC RESONANCE MR DYNAMIC CONTRAST ENHANCED DCE PERFUSION DAN APPARENT DIFFUSION COEFISIENT (ADC) DENGAN GRADING HISTOPATOLOGI PADA PASIEN MENINGIOMA INTRAKRANIAL. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011927017323_HALAMAN JUDUL.pdf Download (154kB) |
|
|
Text (BAB I)
011927017323_BAB I.pdf Download (742kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011927017323_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Apparent Diffusion Coefisient (ADC) dan Magnetic Resonance (MR) perfusi Dynamic Contrast Enhanced (DCE) dengan grading meningioma. Metode: Dilakukan penelitian retrospektif pada pasien meningioma di RSUD Dr. Soetomo pada tahun 2020 dan 2021. Jumlah subjek penelitian adalah 33 pasien yang telah menjalani pembedahan dan memiliki hasil histopatologi. Subjek penelitian kemudian dilakukan evaluasi hasil MRI canggih preoperatif meliputi nilai ADC, time-signal intensity curves (TIC), Maximum Signal Intensity (SImax), Time To Maximum (Tmax), Maximum Contrast Enhancement Ratio (MCER), dan slope. Hasil: Nilai ADC memiliki korelasi kuat dengan grading meningioma (r = -0,55; p = 0,000907). Nilai ADC < 0.868 x 10-3 mm2 s -1 memiliki sensitivitas 80% dan spesifisitas 92,8% dalam membedakan meningioma grade II/III (high grade) dari meningioma grade I (low grade). Tipe TIC memiliki korelasi kuat dengan grading meningioma (r = 0,677; p = 0,000015). TIC tipe IV memiliki sensitivitas 80% dan spesifisitas 89,3% dalam membedakan meningioma high grade dari meningioma low grade. MCER memiliki korelasi kuat dengan grading meningioma, (r = 0,577; p = 0,00044). MCER > 245% memiliki sensitivitas 80% dan spesifisitas 85,7% dalam membedakan meningioma high grade dari meningioma low grade. Slope memiliki korelasi kuat dengan grading meningioma (r = 0,595; p = 0,000263). Slope > 5% per detik memiliki sensitivitas 80% dan spesifisitas 96,4% dalam membedakan meningioma high grade dari meningioma low grade. Kesimpulan: Terdapat hubungan kuat antara ADC dan MRI perfusi DCE dengan grading meningioma. Kata kunci: Grading Histopatologi, meningioma, MRI, ADC, DCE
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK D.FK. 11 - 24 Sri h | ||||
| Uncontrolled Keywords: | grading, histopatologi, meningioma, MRI, ADC, DCE | ||||
| Subjects: | R Medicine | ||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S3 Ilmu Kedokteran | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 03:46 | ||||
| Last Modified: | 30 Sep 2026 03:46 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148135 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


