Gunanti Mahasri, - and Kismiyati, - and Poedji Hastutiek, - (2000) Efektifitas Petak Resirkulasi Terhadap Infestasi Parasit Udang Windu Dengan Sistim Budidaya Intensif Di Pasuruan Jawa Timur. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
GUNANTI MAHASRI.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Salah satu rekayasa usaha peningkatan produksi udang windu (Penaeus monodon Fab.) yang merupakan primadona komoditas ekspor nonmigas dari subsektor perikanan adalah menggunakan sistem budidaya intensif dengan petak resirkulasi. Pada prinsipnya, sistem ini sama dengan sistem intensif, dengan perbedaan adanya petak resirkulasi yang digunakan untuk mendaur ulang air buangan dari pemeliharaan udang. Penelitian dengan judul “Efektivitas Petak Resirkulasi terhadap Infestasi Parasit Udang Windu dengan Sistem Budidaya Intensif di Pasuruan, Jawa Timur” dilakukan di Laboratorium Entomologi dan Protozoologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas petak resirkulasi terhadap infestasi parasit udang windu yang dipelihara dengan menggunakan sistem intensif. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan hasil panen udang windu sehingga dapat menunjang komoditas ekspor nonmigas dari subsektor perikanan. Sampel udang windu diambil dari dua tambak yang menggunakan sistem intensif dengan petak resirkulasi dan dua tambak dengan sistem intensif tanpa petak resirkulasi di Pasuruan. Pada tiap-tiap tambak, sampel diambil secara acak sebanyak 30 ekor setiap kali pengambilan. Pengambilan dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada saat udang berumur 1 bulan, 2,5 bulan, dan 3,5 bulan di tambak. Jumlah sampel seluruhnya adalah 90 ekor untuk tambak dengan petak resirkulasi dan 90 ekor untuk tambak tanpa petak resirkulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infestasi parasit pada udang yang dipelihara di tambak intensif dengan petak resirkulasi menurun seiring dengan bertambahnya umur udang, yaitu sebesar 16,17% pada udang umur 1 bulan, 6,67% pada udang umur 2,5 bulan, dan 0% pada udang umur 3,5 bulan di tambak. Sedangkan infestasi parasit pada udang yang dipelihara di tambak intensif tanpa petak resirkulasi masing-masing adalah 40%, 36,67%, dan 40%. Hal ini dapat diartikan bahwa petak resirkulasi dapat menekan infestasi parasit pada udang umur 1 bulan dari 40% menjadi 16,17%, pada udang umur 2,5 bulan dari 36,67% menjadi 6,67%, serta pada udang umur 3,5 bulan dari 40% menjadi 0% di tambak. Bertitik tolak dari hasil penelitian tersebut, sangat perlu menyiapkan petak resirkulasi lebih awal sebelum penebaran benih, sehingga parasit diharapkan tidak muncul selama pemeliharaan udang. Sumber: Lembaga Penelitian, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, No. 022/P2IPT/DM/VI/1999, 1 Juni 1999.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Parasit Udang Windu | ||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture > SB610-615 Weeds, parasitic plants, etc. | ||||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan | ||||||||
| Creators: |
|
||||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||||
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 03:44 | ||||||||
| Last Modified: | 30 Sep 2026 03:44 | ||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148137 | ||||||||
| Sosial Share: | |||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


