Soetji Prawesthirini, - and Nenny Harijani, - and Dadik Rahardjo, - and Endang Sumuwati Srimariana, - and Budiarto, - (1992) Penambahan Hidrogen Peroksida ( H2O2 ) Kedalam Air Susu Sebagai Salah Satu Alternatif Cara Memperpanjang Daya Simpan. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
SOETJI PRAWESTHIRINI 1993.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Air susu merupakan salah satu makanan sumber gizi yang dipilih dalam penyediaan protein hewani. Di lain pihak, air susu mudah rusak karena mikroorganisme mudah tumbuh dan berkembang biak. Kondisi geografis Indonesia menyebabkan petani-peternak sebagai produsen air susu kadang-kadang mengalami kesukaran atau tidak dapat secepatnya mengirimkan air susunya. Penelitian ini bertujuan untuk memperpanjang daya simpan air susu, yang dipilih sebagai salah satu alternatif jika tidak mungkin menyediakan sarana yang lebih baik. Penambahan hidrogen peroksida dilakukan satu jam dan dua jam setelah pemerahan dengan konsentrasi 0,0%; 0,02%; 0,04%; dan 0,05%. Selanjutnya, susu disimpan pada suhu kamar dan diamati pada periode 0, 8, 18, dan 24 jam terhadap uji alkohol, total asam, dan jumlah bakteri. Data yang didapat dari total asam dan jumlah bakteri dianalisis menggunakan pola faktorial per waktu penyimpanan, sedangkan uji alkohol digunakan sebagai pembanding dalam menyimpulkan hasil penelitian. Dengan uji alkohol, penambahan hidrogen peroksida 0,0%; 0,02%; dan 0,04% menunjukkan penggumpalan (uji alkohol positif) pada waktu penyimpanan 18 jam. Hal ini sama untuk penambahan hidrogen peroksida satu jam maupun dua jam setelah pemerahan. Konsentrasi hidrogen peroksida 0,05% menunjukkan uji alkohol positif pada waktu penyimpanan 24 jam. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan adanya pengaruh konsentrasi hidrogen peroksida terhadap total asam dan jumlah bakteri. Semakin tinggi konsentrasi hidrogen peroksida, semakin rendah total asam dan jumlah bakteri. Dilihat dari faktor waktu penyimpanan, semakin lama disimpan, total asam dan jumlah bakteri semakin tinggi, tetapi pada penyimpanan 24 jam jumlah bakteri menurun. Penambahan hidrogen peroksida dengan konsentrasi 0,05% masih efektif untuk memperpanjang daya simpan air susu sebelum 24 jam. Hidrogen peroksida masih memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan pengawet alternatif apabila tidak tersedia sarana yang lebih baik. Akan lebih baik apabila waktu pengukuran parameter didasarkan pada uji alkohol positif.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hidrogen Peroksida ( H2o2 ), Air Susu | ||||||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine | ||||||||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan | ||||||||||||
| Creators: |
|
||||||||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||||||||
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 06:47 | ||||||||||||
| Last Modified: | 30 Sep 2026 06:47 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148158 | ||||||||||||
| Sosial Share: | |||||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


