DITYA INDRAWATI (2022) FAKTOR RISIKO ERITEMA NODOSUM LEPROSUM AKUT DAN KRONIS DI RSUD DR SOETOMO SURABAYA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
012115653184_HALAMAN JUDUL.pdf Download (398kB) |
|
|
Text (BAB I)
012115653184_BAB I.pdf Download (49kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
012115653184_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
ENL adalah gangguan sistemik karena respon imun inflamasi terhadap antigen Mycobacterium leprae, dan merupakan sindrom kompleks, menyebabkan peradangan pada kulit, saraf dan organ lain. ENL akut didefinisikan sebagai episode pertama ENLdengan durasi kurang dari 24 minggu. ENL kronis didefinisikan sebagai ENL yang terjadi selama lebih dari 24 minggu. Jenis ENL tersebut dapat memiliki faktor risiko yang berbeda dan memerlukan intervensi terapeutik yang berbeda. Onset ENL adalah akut, tetapi dapat berlanjut ke fase kronis atau rekuren dan diperlukan terapi jangka panjang. Deteksi dini kusta sangat penting, karena infeksi dapat disembuhkan dan pengobatan yang cepat dapat mengurangi kerusakan saraf dan stigma terkait. Pasien ENL kronik memerlukan kortikosteroid dosis tinggi berkepanjangan untuk mengendalikan peradangan pada ENL dan menyebabkan komplikasi parah serta efek samping yang berhubungan dengan morbiditas dan kondisi kematian. Penelitian retrospektif ini dilakukan dengan menggunakan teknik non probability sampling secara consecutive dengan menggunakan rumus kasus kontrol pada pasien kusta dengan ENL di Divisi Kusta Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2015 – 2020, dengan menggunakan data sekunder berupa data rekam medis. Hasil penelitian ini didapatkan pasien kusta dengan ENL sebanyak 234 pasien, 56 pasien ENL akut dan 89 pasien ENL kronis. 45 pasien ENL akut dan 45 pasien ENL kronis didapatkan dari rumus besar sampel minimal kasus kontrol. Hasil penelitian dari uji analisis bivariat menunjukkan, hubungan antara faktor risiko koinfeksi dan terapi steroid dengan jenis ENL. Adanya koinfeksi dan terapi steroid, maka pasien cenderung ke ENL kronis, sebaliknya tidak adanya koinfeksi dan tanpa terapi steroid maka pasien cenderung ke ENL akut. Uji analisis multivariat regresi logistik menunjukkan hubungan signifikan antara faktor risiko onset ENL sebelum MDT dan adanya koinfeksi dengan ENL kronis, sebaliknya onset ENL setelah MDT dan tidak adanya koinfeksi berhubungan dengan ENL akut.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 255 - 24 Dit f | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | ENL, acute ENL, chronic ENL, leprosy, risk factors | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 01:38 | |||||||||
| Last Modified: | 01 Oct 2026 01:38 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148181 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


