Polimorfisme Gen Ctla-4 Dan Gen Ptpn-22, Positifitas Anti-Thyroid Peroxidase Dan Anti-Thyroglobulin, Serta Kadar T3, Dan Ft4: Studi Pada Anak Sindrom Down

Muhammad Faizi (2022) Polimorfisme Gen Ctla-4 Dan Gen Ptpn-22, Positifitas Anti-Thyroid Peroxidase Dan Anti-Thyroglobulin, Serta Kadar T3, Dan Ft4: Studi Pada Anak Sindrom Down. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011817017327 COV.pdf

Download (335kB)
[img] Text (BAB 1)
011817017327 BAB 1.pdf

Download (158kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011817017327.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

"Latar Belakang Polimorfisme gen Cytotoxic T-lymphocyte-associated antigen 4 (CTLA-4) dan Protein Tyrosine Phosphatase Non Receptor Type 22 (PTPN-22) sering dikaitkan dengan perkembangan penyakit tiroid autoimun (AIT) pada populasi normal. Namun, belum banyak dipelajari pada populasi sindrom Down (SD). Tujuan Membuktikan peran gen CTLA-4, polimorfisme gen PTPN-22, anti-tiroid peroksidase dan anti-tiroglobulin positif, kadar T3, dan FT4 dalam terjadinya penyakit tiroid autoimun pada SD Metode Desain penelitian adalah cross sectional, yang dilakukan dari April 2020 sampai Februari 2021, dengan 31 sampel SD berusia satu bulan-18 tahun. Analisis polimorfisme gen CTLA-4 dan PTPN-22 menggunakan PCR-RFLP. Anti-TPO dan anti-TG dianalisis dengan menggunakan ELISA. FT4 dan T3 dianalisis dengan menggunakan ELISA. Korelasi antara 2 variabel dianalisis menggunakan regresi logistik dengan software SPSS 17. Hasil dan Analisis Pada anak SD, CT hanya ditemukan di PTPN-22 31 (100%), tidak ditemukan di CC atau TT. Polimorfisme CTLA-4 C60T yang paling umum adalah GG 14 (45,2%), diikuti oleh AA 5 (16,1%), dan AG 12 (38,7%) dan CTLA-4 C1822T yang paling umum adalah CT 15 (48,4% ), diikuti oleh TT 10 (32,3%), dan CC 6 (19,4%). Semua subjek mengalami disfungsi tiroid. 96,8% kasus yang berhubungan dengan AIT adalah dengan adanya antibodi tiroid. Antibodi TPO positif 18 (58,1%), Anti-TG positif 30 (96,8%). Subyek dengan Anti-TPO dan TG positif 18 (58,1%). Kadar FT4 dan T3 masing-masing adalah 0,81 ± 0,57 ng/mL dan 1,59 ± 0,45 ng/mL. Dua puluh enam subjek dengan hipotiroidisme sentral, empat hipotiroidisme primer, dan satu hipotiroidisme subklinis. Tidak ada hubungan antara CTLA-4 C1822T, CTLA-4 C60T dengan anti-TPO dan anti-TG. Korelasi antara PTPN-22 C1858T dengan anti-TPO dan anti-TG tidak dapat dilakukan karena variabel homogen. Tidak ada hubungan antara anti-TPO dan anti-TG dengan FT4. Korelasi antara anti-TPO dan anti-TG dengan T3 tidak dapat dilakukan karena variabel homogen. Kesimpulan Tidak ada hubungan polimorfisme gen CTLA-4 C60T dan CTLA-4 C1822T dan atau PTPN-22 C1858T terhadap anti-TPO, anti-TG positif, dan tidak ada hubungan antara anti-TPO, anti-TG terhadap T3 dan FT4 tingkat. Penelitian ini memperkuat teori bahwa penyebab AIT pada SD tidak hanya ditentukan oleh polimorfisme genetik gen terkait (CTLA-4 dan atau PTPN-22) tetapi lebih poligenetik. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti dengan penelitian dengan desain kasus-kontrol atau kohort yang melibatkan subjek yang lebih luas dan multipusat. "

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK D.FK.03-22 Muh p
Uncontrolled Keywords: SD, AIT, CTLA-4 gene polymorphism, PTPN-22 gene polymorphism, antibody
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC648-665 Diseases of the endocrine glands. Clinical endocrinology
R Medicine > RJ Pediatrics
Creators:
CreatorsNIM
Muhammad Faizi011817017327
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSOETJIPTO195002171978031002
Thesis advisorANANG ENDARYANTO196304231989011003
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 01 Oct 2026 02:28
Last Modified: 01 Oct 2026 02:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148190
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item