ARKAINE MALVANIA, - (2022) Analisis Selisih Biaya Pelayanan Jantung Koroner pada Pasien JKN Berdasarkan Audit Operasional (Studi di Rumah Sakit PHC Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
COVER.pdf Download (257kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (77kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
101811133111.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
"Adanya selisih biaya negatif antara biaya rumah sakit dengan tarif paket INA-CBGs pada pasien jantung koroner peserta Jaminan Kesehatan Nasional (PJK-JKN) di Rumah Sakit PHC Surabaya tahun 2021 yang mencapai Rp -1.137.837.003 (-13,3%) menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Selisih biaya negatif diperkirakan terjadi karena ketidaksesuaian realisasi prosedur pelayanan dengan standar pelayanan rumah sakit. Selisih biaya dikhawatirkan dapat mengganggu profitabilitas rumah sakit di masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab terjadinya selisih biaya negatif pada pelayanan pasien PJK-JKN berdasarkan metode audit operasional di Rumah Sakit PHC Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional secara restrospektif pada dokumen rekam medis dan data keuangan pasien PJK-JKN pada bulan Januari-Desember 2021. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit PHC Surabaya. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh besar sampel sejumlah 23 rekam medis pasien dengan kode prosedur kateterisasi jantung, yaitu I-1-15 (DCA) dan I-1-40 (PTCA) dari populasi sebanyak 64 berkas pasien. Metode audit operasional diterapkan untuk menganalisis kesesuaian antara realisasi prosedur pelayanan dengan standar pelayanan yang digunakan oleh rumah sakit, yaitu Panduan Praktik Klinis (PPK) dan Clinical Pathway (CP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama hari perawatan dan pemeriksaan radiologi telah sesusai standar pelayanan sedangkan pemeriksaan laboratorium dan jenis obat tidak sesuai standar. Berdasarkan komponen biaya riil, maka total rerata biaya pelayanan terbesar adalah biaya obat dan alat kesehatan (Rp 123.002.328,00) dan yang juga mengalami selisih biaya negatif (Rp -34.237.698,00). Rekomendasi yang dapat diberikan bagi rumah sakit agar mengevaluasi PPK dan CP secara berkala, melakukan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi PPK dan CP, mengevaluasi real cost, dan menyusun daftar prioritas obat. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | Coronary Heart Disease, Cost Variance, Operational Audit | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Coronary Heart Disease, Cost Variance, Operational Audit | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA643-645 Disease (Communicable and noninfectious) and public health | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 04:19 | ||||||
| Last Modified: | 01 Oct 2026 04:19 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148223 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


