Kadar Amoniak (Nh3), Nitrit (No2), Jumlah Ektoparasit Zoothamnium, Dan Kelulushidupan Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Pada Pemeliharaan Dengan Padat Tebar Tinggi

Farizka Vinka Trinendyah (2022) Kadar Amoniak (Nh3), Nitrit (No2), Jumlah Ektoparasit Zoothamnium, Dan Kelulushidupan Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Pada Pemeliharaan Dengan Padat Tebar Tinggi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
141811133126 COV.pdf

Download (3MB)
[img] Text (BAB 1)
141811133126 BAB 1.pdf

Download (99kB)
[img] Text (FULLTEXT)
141811133126.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

"Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan spesies budidaya utama dan memiliki nilai pasar penting di dunia. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi udang vaname melalui budidaya adalah dengan menggunakan padat tebar tinggi atau dikenal dengan padat tebar intensif dan super intensif. Namun, padat tebar yang tinggi dapat memudahkan ektoparasit menyebar dan menginfestasi udang vaname lainnya. Padat tebar yang tinggi juga menyebabkan tingginya kompetisi udang vaname dalam bergerak serta dapat menyebabkan peningkatan bahan organik antara lain amoniak dan nitrit. Hal ini akan menyebabkan penurunan kualitas air sehingga menyebabkan udang mengalami stress dan mengalami penurunan daya tahan tubuh / respon imun sehingga udang akan mudah terserang penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar tinggi, lama waktu pemeliharaan, dan interaksi antara padat tebar tinggi dan waktu pemeliharaan terhadap kadar amoniak, nitrit, jumlah Zoothamnium, dan kelulushidupan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Metode penelitian ini yaitu ekperimental. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Terdapat dua faktor yaitu faktor A yang merupakan perlakuan padat tebar tinggi yaitu A1 = 10 ekor / 10 liter air, A2 = 15 ekor / 10 liter air, dan A3 = 20 ekor / 10 liter air. Faktor B merupakan lama waktu pemeliharaan yang berpengaruh yaitu B1 = Hari ke-0, B2 = Hari ke-2, B3 = Hari ke-4, B4 = Hari ke-6, dan B5 = Hari ke-8. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji Analyze of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test) IMB SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) Statistics Versi 28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata (p<0,05) perlakuan padat tebar tinggi dan lama waktu pemeliharaan terhadap kadar amoniak dan nitrit pada media pemeliharaan dan jumlah ektoparasit Zoothamnium pada pemeliharaan udang vaname serta terdapat pengaruh nyata (p<0,05) lama waktu pemeliharaan terhadap kelulushidupan udang vaname dan tidak ada pengaruh nyata (p>0,05) perlakuan padat tebar terhadap kelulushidupan udang vaname. Kadar amoniak tertinggi yaitu pada perlakuan padat tebar 20 ekor / 10 liter air dengan lama waktu pemeliharaan hari ke-8 dengan nilai 0,48 mg/L, kadar nitrit tertinggi yaitu pada perlakuan padat tebar 20 ekor / 10 liter air dengan lama waktu pemeliharaan hari ke-8 dengan nilai 0,83 mg/L, jumlah ektoparasit Zoothamnium tertinggi pada perlakuan padat tebar 20 ekor / 10 liter dengan lama waktu pemeliharaan hari ke-8 dengan nilai 19,5, dan nilai terendah kelulushidupan udang vaname yaitu pada perlakuan padat tebar 20 ekor / 10 liter dengan lama waktu pemeliharaan hari ke-4 dengan nilai 72,88%. Hal ini menujukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi yang sangat nyata terdahap padat tebar dan lama waktu pemeliharaan terhadap kadar amoniak, nitrit, dan jumlah ektoparasit Zoothamnium serta terdapat pengaruh nyata interaksi antara padat tebar dan lama waktu pemeliharaan terdahap kelulushidupan udang vaname. "

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FPK.A.60-22 Far k
Uncontrolled Keywords: Kadar Amoniak, Ektoparasit Zoothamnium, Udang Vaname
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH365-380.92 Shellfish fisheries. Shellfish culture
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD429.5-480.7 Water purification. Water treatment and conditioning. Saline water conversion
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur
Creators:
CreatorsNIM
Farizka Vinka Trinendyah141811133126
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorGUNANTI MAHASRI196009121986032001
Thesis advisorSETIAWAN KOESDARTO195209281978031002
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 02 Oct 2026 01:36
Last Modified: 02 Oct 2026 01:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148295
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item