HAMIDAH LUTHFIDYANINGRUM (2022) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN TERAPI GANDA PADA PASIEN GONORE DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA PERIODE 2017 - 2021. Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
012115653151_HALAMAN JUDUL.pdf Download (371kB) |
|
|
Text (BAB I)
012115653151_BAB I.pdf Download (50kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
012115653151_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Prevalensi infeksi Gonore (GO) di Indonesia menempati urutan tertinggi penyakit IMS. Salah satu kebutuhan kesehatan masyarakat yang utama untuk mengontrol GO adalah pengobatan yang efektif dan sesuai. Namun, pilihan pengobatan untuk GO berkurang oleh karena telah berkembang resistensi Neisseria gonorrhoeae. Pedoman pengobatan saat ini merekomendasikan penggunaan terapi ganda golongan cephalosporin dan azythromicyn. Kegagalan kesembuhan GO jarang terjadi karena kegagalan terapi tetapi lebih sering dikarenakan reinfeksi akibat kendala pemberian terapi pada pasangan seksual atau aktifitas seksual dengan pasangan baru yang terinfeksi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa edukasi dan terapi pada pasangan seksual adalah hal yang sangat penting, untuk meminimalisasi penularan dan mencegah kejadian N. gonorrhoeae resistan. Terdapat beberapa faktor yang berkaitan dengan kesembuhan sebagai strategi untuk mengontrol penyebaran resistensi diantaranya tepat obat, patuh terapi, abstinensia seksual selama terapi, terapi terhadap pasangan seksual, penggunaan kondom, dan kontrol. Tujuan: Menganalisis semua faktor yang berhubungan dengan kesembuhan terapi ganda pada pasien gonore. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa data Electronic Medical Record (EMR) menggunakan analisis bivariat dengan uji chi-square test. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian pada 64 pasien, dapat diketahui bahwa abstinensia seksual selama terapi merupakan faktor yang berhubungan dengan kesembuhan terapi ganda pada pasien gonore dengan nilai p= 0,001 < 0,005. Tidak terdapat hubungan 2 faktor risiko atau lebih dengan kesembuhan pada terapi ganda sehingga pada penelitian ini tidak dapat dilakukan uji multivariat. Kesimpulan: Kegagalan kesembuhan GO jarang terjadi karena kegagalan terapi tetapi lebih sering dikarenakan reinfeksi akibat kendala pemberian terapi pada pasangan seksual atau aktifitas seksual dengan pasangan baru yang terinfeksi. Hasil analisis penelitian ini bahwa faktor yang berhubungan terhadap kesembuhan GO pada terapi ganda adalah abstinensia seksual selama terapi. Kata kunci: gonore, resistensi antibiotik, faktor kesembuhan, abstinensia seksual
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 268 - 24 Ham f | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | gonorrhea, antibiotic resistance, healing factors, sexual abstinence | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC870-923 Diseases of the genitourinary system. Urology | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 06:17 | |||||||||
| Last Modified: | 02 Oct 2026 06:17 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148362 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


