IFA PANNYA SAKTI (2022) PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN TIPE GENERASI TERHADAP KINERJA PERAWAT (Studi Di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang). Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101914453011_HALAMAN JUDUL.pdf Download (508kB) |
|
|
Text (BAB I)
101914453011_BAB I.pdf Download (100kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101914453011_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kinerja perawat merupakan bagian pelayanan yang penting bagi kredibilitas rumah sakit. Pihak manajerial rumah perlu mempertimbangkan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kepemimpinan, motivasi dan tipe generasi terhadap kinerja Perawat di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang pada bulan September – Oktober 2021. Populasi dalam penelitian adalah 207 perawat pelaksana Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Besar sampel sebanyak 142 perawat pelaksana dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Uji regression logistic multinominal digunakan untuk menganalisis pengaruh. Hasil penelitian di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p-value=0,002, b=1,862); kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p-value=0,001, b=1,884); motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p-value=0,0001, b=2,393), dan tipe generasi perawat tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p-value=0,218). Pada hasil tabulasi silang tipe generasi menunjukkan bahwa tipe generasi X memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tipe generasi Y dan generasi Z. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap kinerja perawat adalah adalah motivasi. Tetapi pada hasil tabel silang menunjukkan bahwa perawat generasi X dan generasi Y memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan perawat generasi Z karena perawat generasi X dan Y memiliki kelebihan terkait profesionalitas dalam bekerja seperti memiliki sikap kompeten, kemandirian, kemahiran, mampu bekerja dibawah tekanan waktu. Dengan demikian pihak rumah sakit perlu mengembangkan cara-cara untuk meningkatkan motivasi dari perawat, serta mempelajari karakteristik setiap tipe generasi yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang perawat.
Actions (login required)
![]() |
View Item |


