ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR ORGANISASI TERHADAP INSIDEN PRESCRIBING ERROR (TELAAH ADMINISTRASI) DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD NGANJUK

MARDHINA RATNA PRABASARI and Djazuly Chalidyanto (2022) ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR ORGANISASI TERHADAP INSIDEN PRESCRIBING ERROR (TELAAH ADMINISTRASI) DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD NGANJUK. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101814453009_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (411kB)
[img] Text (BAB I)
101814453009_BAB I.pdf

Download (128kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101814453009_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Pelaporan insiden adalah jantung dari penerapan keselamatan pasien. Sejak tahun 2016 sampai dengan 2019, pelaporan insiden medication error di RSUD Nganjuk memiliki rerata tertinggi dibandingkan dengan tipe insiden yang lain, yaitu 31.11%. Prescribing error, yang merupakan salah satu fase dari medication error juga terus mengalami peningkatan selama rentang waktu tersebut. Tercatat rerata kejadian prescribing error di RSUD Nganjuk sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 adalah sebesar 55,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor individu dan faktor organisasi terhadap insiden prescribing error di Instalasi Rawat Jalan RSUD Nganjuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden pada penelitian ini adalah sejumlah 24 responden yaitu seluruh populasi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Nganjuk yang bersedia mengikuti penelitian ini. Hasil penelitian pada sebagian besar faktor individu dan faktor organisasi menunjukkan kategori tidak baik. Pada faktor individu, 58,3% responden masuk kategori tidak terampil, 54,2% memiliki pengetahuan yang rendah, serta 70,8% memiliki kesadaran yang rendah. Selain itu, persepsi responden pada faktor organisasi tentang sistem pelaporan prescribing error masuk kategori tidak baik (79,2%), kebijakan peresepan masuk kategori tidak baik (58,3%), serta manajemen obat masuk kategori tidak baik (54,2%). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dari beberapa variabel pada faktor individu dan seluruh variabel pada faktor organisasi dengan insiden prescribing error. Individu yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kesadaran yang rendah cenderung memiliki prescribing error yang tinggi. Selain itu, pada penelitian ini dapat disimpulkan juga bahwa organisasi yang memiliki sistem pelaporan, kebijakan peresepan, dan manajemen obat yang rendah cenderung memiliki prescribing error yang tinggi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: T.FKM.AKK.05-22 Mar a
Uncontrolled Keywords: individual factors, medication error, organizational factors, patient safety, prescribing error
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM
MARDHINA RATNA PRABASARINIM101814453009
Djazuly ChalidyantoUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDJAZULY CHALIDYANTONIDN0008117102
Thesis advisorMOCHAMMAD BAGUS QOMARUDDINNIDN0016026502
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 02 Oct 2026 06:38
Last Modified: 02 Oct 2026 06:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148370
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item