Retna Apsari, - (2003) Perancangan Shutter Digital Untuk Proses Perekaman Stress. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Dra. Retna Apsari, M.Si..pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Shutter merupakan instrumen pengatur waktu penyinaran plat film holografi. Instrumen ini memegang peranan penting pada proses perekaman untuk menghasilkan hologram. Berhasil tidaknya proses perekaman pada metode interferometri holografi sangat ditentukan oleh waktu penyinaran. Untuk itu perlu dirancang shutter digital yang berfungsi untuk mengatur waktu penyinaran. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan: (1) bagaimana membuat shutter digital berketelitian tinggi sehingga mampu digunakan untuk merekam obyek nyata berupa baterai; (2) apakah shutter digital yang telah dibuat mampu menghasilkan hologram yang dapat dianalisis dengan baik; dan (3) apakah shutter digital yang telah dibuat mampu merekam peristiwa stress yang terjadi pada obyek benda bening polyester. Tujuan penelitian ini adalah: (1) membuat prototype alat berupa shutter digital untuk proses perekaman hologram; (2) menguji alat yang telah dibuat dengan merekam obyek berupa baterai; (3) merekam peristiwa stress pada benda bening polyester dengan alat yang telah dibuat dan membandingkan hasil perekaman dengan penelitian terdahulu yang direkam dengan shutter manual milik Laboratorium Fisika Optik dan Aplikasi Laser Jurusan F.MIPA Unair. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan urutan kerja meliputi: (1) perancangan dan pembuatan alat; (2) kalibrasi alat; (3) pengesetan peralatan holografi; (4) uji coba alat dengan merekam obyek berupa baterai dan merekam peristiwa stress pada benda bening polyester; dan (5) cara analisis data. Untuk melihat peristiwa stress pada benda bening, maka obyek berupa polyester dengan ukuran (15,05 × 0,975 × 13,75) × 10⁻³ m diberi gaya tekan sebesar 100 N. Prototype shutter digital yang dibuat terdiri dari rangkaian osilator kristal, rangkaian pembagi frekuensi, rangkaian pencacah dan peraga 7-segmen, rangkaian penyekala, rangkaian elektromekanik, dan rangkaian catu daya. Untuk uji coba alat yang telah dibuat, dibutuhkan satu set instrumen interferometri holografi yang terdiri dari laser He-Ne, plat pembelah berkas, attenuator, mikroskop obyektif dan cermin pemantul. Plat film yang digunakan untuk merekam obyek adalah jenis BP II, larutan pengembang dengan merek Minigrain dan larutan penetap dengan merek Acifix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat yang telah dibuat sesuai dengan pengendali waktu standar yang ada berupa stopwatch analog dan dapat digunakan untuk merekam obyek dengan baik. Uji coba alat yang dilakukan menunjukkan tidak ada beda nyata antara alat yang dibuat dan alat standar yang ada berupa stopwatch analog. Dari uji korelasi didapatkan koefisien korelasi antara alat standar dan alat yang dibuat adalah 1. Hasil ini ditunjang dengan data kalibrasi yang telah dianalisis dengan analisis statistik uji-t untuk data berpasangan dengan program SPSS. Dari pengamatan visual hasil rekonstruksi hologram menunjukkan adanya kesamaan antara obyek baterai yang sebenarnya dengan foto hasil proses rekonstruksi. Proses perekaman obyek baterai ini menggunakan waktu penyinaran 20 s. Alat ini juga mampu merekam peristiwa stress sebesar 100 N yang terjadi pada obyek benda bening polyester, dengan waktu penyinaran 4 s. Dari pengamatan visual hasil rekonstruksi menunjukkan adanya pola rumbai yang sesuai dengan perkiraan pola rumbai yang diharapkan. Pola rumbai yang dihasilkan menunjukkan kecenderungan lebih bagus jika dibandingkan dengan penelitian-penelitian dengan menggunakan shutter manual yang ada di Laboratorium Fisika Optik dan Aplikasi Laser Jurusan F.MIPA Unair. Bagaimanapun juga, prototype alat ini sangat membantu kelancaran proses perekaman pada metode holografi. Namun begitu, alat yang telah dibuat masih memiliki kelemahan terutama pada rangkaian mekanik yaitu motor DC. Untuk penyempurnaan dapat diatasi dengan menggunakan shutter kamera yang sudah tidak dipakai beserta perancangan kembali rangkaian elektromekanik dan elektronik osilator kristal serta rangkaian pembagi frekuensi. Penelitian tentang stress pada benda dapat dilanjutkan sampai pada taraf analisis stress yang terjadi pada benda bening yang meliputi: koefisien stress optik, jumlah harga konstanta material, dan harga stress-stress utama di setiap titik pada sampel.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Shutter Digital, stress | ||||
| Subjects: | T Technology | ||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 07:16 | ||||
| Last Modified: | 02 Oct 2026 07:16 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148383 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


