Widjiati, - and Rimayanti, - (2002) Seleksi Diameter Folikel Terhadap Morphologi Embrio Kambing Tahap I Sel Dan Angka Fertilisasi Dengan Metode Fertilisasi In Vitro. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Drh. Widjiati, M.Si. & Drh. Rimayanti, M.Kes..pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Rendahnya produksi embrio tahap blastosis secara in vitro disebabkan hasil maturasi oosit yang tidak sempurna. Maturasi oosit yang tidak sempurna salah satunya disebabkan pada saat melakukan proses maturasi ukuran populasi oosit yang digunakan heterogen sehingga menyebabkan pertumbuhan oosit tidak mencapai kapasitas secara seragam akibatnya proses pematangan tidak berjalan sempurna, hal ini akan mempengaruhi perkembangan embrio. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ukuran folikel terhadap tingkat fertilisasi in vitro oosit kambing setelah dilakukan fertilisasi secara in vitro dan untuk mengamati morphologi sigot hasil fertilisasi. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memahami lebih baik hubungan diameter folikel dengan maturasi dan fertilisasi secara in vitro, meningkatkan kualitas sigot hasil kultur untuk meningkatkan viabilitas embrio. Penelitian ini oosit dikoleksi dari folikel ukuran 1-2 mm, 3-5 mm dan 6-8 mm. Selanjutnya oosit dimaturasi secara in vitro dalam medium TCM 199 yang ditambah 5 µg/mg LH, 3 % BSA dan 50 µg/ml gentamycin sulfat, kemudian dikultur selama 22 jam pada suhu 38,5°C dalam inkubator CO₂ 5 %. Dua puluh dua jam setelah melakukan pematangan oosit dilakukan fertilisasi secara in vitro berdasarkan kelompok perlakuan masing-masing. Semen yang digunakan adalah semen segar yang sebelumnya dilakukan pencucian dengan cara sentrifugasi dan diinkubasi selama 5 menit sebelum digunakan untuk fertilisasi. Enam belas jam setelah dilakukan inseminasi selanjutnya sigot yang terbentuk dikultur kembali pada suhu 38,5°C pada inkubator CO₂ 5 % selama 24 jam sampai terbentuknya tahap 2 sel. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis statistik dengan Khi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukan bahwa oosit yang dikoleksi dari folikel ukuran 1-2 mm setelah dilakukan fertilisasi secara in vitro tingkat fertilisasi mencapai 53,3 %. Oosit yang dikoleksi dari folikel ukuran 3-5 mm setelah dilakukan fertilisasi secara in vitro tingkat fertilisasi mencapai 90 %, sedangkan oosit yang dikoleksi dari folikel ukuran 6-8 mm setelah dilakukan fertilisasi secara in vitro tingkat fertilisasi mencapai 91,6 %. Morphologi sigot dari oosit yang dikoleksi dari ukuran folikel 1-2 mm, 3-5 mm dan 6-8 mm adalah baik karena semua dapat berkembang menjadi tahap 2 sel. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa oosit yang dikoleksi dari folikel ukuran 3-5 mm dan 6-8 mm memberikan angka fertilisasi tertinggi yaitu 90 % dan 91,6 %. Morphologi oosit di antara kelompok perlakuan tidak berbeda nyata.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Embrio Kambing | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology | ||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan > S2 Biologi Reproduksi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 03:53 | ||||||
| Last Modified: | 05 Oct 2026 03:53 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148549 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


