Bambang Supriyanto, - and Dyah Hikmawati, - (2002) Analisis Rietveld Hasil Data Difraktometer Sinar-X Untuk Sampel Bscco Fase 1212. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Drs. Bambang Supriyanto, M.Si. & Dyah Hikmawati, S.Si., M.Si..pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Analisis Rietveld dengan bantuan program GSAS dapat digunakan untuk menganalisis struktur kristal bahan hasil data Difraktometer Sinar-X (XRD). Di bidang superkonduktor analisis struktur ini sangat penting karena berkait erat dengan superkonduktivitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis struktur kristal bahan superkonduktor fase tunggal BSCCO-1212 menggunakan metode Rietveld dengan bantuan perangkat lunak GSAS. Hasilnya akan diperoleh parameter struktur meliputi posisi atom, konstanta kisi, volume sel satuan, sudut kristal, grup ruang dan sebagainya, yang akan menjelaskan sifat fisis yang terukur. Penelitian ini dimulai dengan sintesis bahan superkonduktor BSCCO-1212 dengan komposisi [(Bi₁₋ₓMoₓ)₀,₃₃Cu₀,₆₇]Sr₂YCu₂Oᵧ dengan x = 0,7 disinter 40 dan 80 jam, dan x = 1 disinter selama 20 jam dan 60 jam. Sintesis dilakukan melalui reaksi padatan dengan proses pencampuran basah. Proses sintesis meliputi penimbangan, pencampuran basah, pengeringan uap air, pengeringan furnace, kalsinasi, sintering aniling oksigen. Bahan yang dicampur Bi₂O₃ (99,99%), SrCO₃ (99%), CuO (99,99%), MoO₃ (99,99%), Y₂O₃ (99,99%) dengan pelarut HNO₃ 65% dan aquades. Suhu sintering 990°C. Hasilnya dikarakterisasi dengan XRD, SEM/EDAX, pengukuran ρ-T. Hasil sintesis berupa fase tunggal-1212 dengan fraksi volume 94–100%. Hasil pengukuran ρ-T menunjukkan adanya gejala awal superkonduktivitas dengan munculnya temperatur onset, Tc,on = 40K. Hasil foto SEM menunjukkan ukuran butir 2–6 µm dengan distribusi butir kurang merata. Hasil perhitungan EDAX menunjukkan komposisi yang masih ada kelebihan (Bi,Mo,Cu) sebesar 1%, Sr 30%, Y 45%. Sampel x = 1 juga ada kelebihan (Mo,Cu) 8%, Sr 45% dan Y 80%. Hasil refinement spektrum menunjukkan kecocokan dengan data yang dimasukkan. Hasil refinement posisi atom, dan konstanta kisi menghasilkan nilai reliabilitas yang dengan harga < 20% yaitu 0,1705 (18%) dan 0,1779 (18%) serta 0,1997 (19%). Hasil analisis Rietveld tidak memunculkan posisi O(4) pada sampel x = 0,7. Bahan superkonduktor okupansi O(4) harus lebih dari 0,5 dan jarak O(2) ke Cu(2) antara 2,15Å sampai 2,21Å. Pada x = 0,7 O(4) tidak muncul dan jarak O(2) ke Cu(2)nya hanya 0,2552Å dan 0,21622Å. Pada x = 1 okupansi O(4) hanya 0,2 dan 0,3 jaraknya 1,23073Å dan 1,93229Å, karena itulah Tc,on-nya tak terukur. Pada penelitian selanjutnya perlu sering latihan menganalisis dengan GSAS. Sintesis sampel ini perlu penganilan oksigen lebih lama dari 20 jam agar superkonduktivitasnya lebih baik.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Rietveld, Difraktometer Sinar-X | ||||||
| Subjects: | Q Science > QC Physics > QC1-999 Physics | ||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Fisika | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 04:32 | ||||||
| Last Modified: | 05 Oct 2026 04:32 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148559 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


