Arsyad Aurellio (2022) Denasionalisasi dan Kewarganegaraan Modern Serta Efeknya Bagi Praktik Tim Nasional Dalam Olahraga Rugby Union dan Rugby League di Pasifik Selatan. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
072011233071_HALAMAN JUDUL.pdf Download (373kB) |
|
|
Text (BAB I)
072011233071_BAB I.pdf Download (210kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
072011233071_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Tulisan ini berusaha untuk memahami bagaimana praktik nasionalisme dewasa ini mampu mengaburkan batas-batas teritorial, politis, ekonomi, dan kultural negara. Mengambil contoh utama dari olahraga rugby dan praktiknya di Pasifik Selatan, tulisan ini menjelaskan evolusi nasionalisme dari primordialisme yang kaku dan berbasis faktor kultural dan biologis, berubah menjadi praktik yang lebih berbasis pada ekonomi dan politik. Perpindahan alegiansi individual di olahraga merupakan sebuah tren yang akan semakin lazim kedepannya. Tren ini dibentuk oleh prinsip WST tentang interdependensi dan distingsi antara negara “inti” dan “periferi”. Struktur dan relasi inilah yang membuat atlet modern sangat dipengaruhi oleh jaringan diaspora, “ekspor” talenta, dan kesempatan residensi di negara lain. Hal ini ditandai dengan besarnya angka pemain alegiansi ganda di berbagai gelaran olahraga, utamanya di RWC dan RLWC. Selanjutnya, tulisan ini juga membahas semakin banyaknya keterlibatan “swasta” dan negara asing dalam urusan kebijakan olahraga domestik sebagai efek dari industrialisasi olahraga. Hal ini nantinya diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi semua negara untuk bersaing dengan playing field yang lebih setara. Akhirnya, bagaimanakah negara harus “mempertahankan” kedaulatannya di tengah kondisi ini? Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana kosmopolitanisme dan kapitalisme memengaruhi pertumbuhan kedua tren tersebut. Dengan mengambil jalan analisis kualitatif prediktif, tercapai pemahaman bahwa pada era modern, utamanya di bidang olahraga, pengaruh negara telah bergeser. Negara tak lagi sebuah entitas yang overarching dalam segala urusan nasional dan internasional. Dewasa ini, negara sudah harus siap menerima keniscayaan bahwa identitas mereka hanya terbatas dalam urusan administrasi dan investasi saja. Pada nantinya, negara harus memformulasikan kebijakan yang seimbang antara ketergantungan dengan “asing” dan pengembangan domestik untuk bisa bersaing secara kompetitif dan tetap influential di komunitas olahraga internasional.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI 71 - 24 Ars d | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Diaspora, rugby, dual-nationality, denationalization of sport, cosmopolitanism, capitalism | ||||||
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations |
||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 00:51 | ||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 00:51 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148576 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


