Pengaruh Variasi Dopan Mo Terhadap Sifat Fisis Superkonduktor Bpscco - 2223

Dyah Hikmawati, - and Aminatun, - (2000) Pengaruh Variasi Dopan Mo Terhadap Sifat Fisis Superkonduktor Bpscco - 2223. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
Dyah Hikmawati dan Aminatun.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan (1) Apakah dopan Mo mempunyai pengaruh terhadap superkonduktivitas bahan BPSCCO-2223, dilihat dari penolakan medan magnet luarnya. (2) Apakah kadar dopan Mo berpengaruh terhadap fraksi volume fase 2223 dilihat dari data XRD-nya. Dopan Mo akan menyebabkan cacat substitusi dalam struktur kristal BPSCCO-2223, yakni mengganti sebagian posisi Bi. Adanya cacat ini diharapkan dapat menyebabkan sifat superkonduktif yang lebih baik. Dan yang paling penting pemberian dopan Mo dapat memberi pengaruh, seperti halnya substitusi Pb dalam Bi, sehingga bahan menjadi lebih stabil. Keadaan ini akan ditunjukkan oleh fraksi volume yang dihasilkan. Fraksi volume tertinggi diperoleh dari kadar dopan x = 0 yaitu ±81%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi kadar dopan Mo terhadap fraksi volume bahan dan melihat sifat superkonduktivitas bahan dilihat dari kurva ρ–T dan efek Meissner-nya. Penelitian ini menggunakan sampel dengan kadar dopan yang bervariasi dan satu sampel pembanding tanpa dopan Mo (x = 0). Variasi Mo dilakukan terhadap BPSCCO dengan rumus stoikiometri (Bi₁,₆Pb₀,₄₋ₓMoₓ)Sr₂Ca₂Cu₃O dengan x = 0, x = 0,1, x = 0,2, x = 0,3, dan x = 0,4. Penimbangan dilakukan sesuai dengan rumus stoikiometrinya. Semua sampel dicampur melalui reaksi padatan dengan cara basah. Mula-mula semua bahan dicampur ditambah dengan aquades dan HNO₃ 65% sampai diperoleh larutan biru bening. Kemudian larutan diuapkan di atas hot plate pada suhu 150°C sampai diperoleh padatan hitam, dilanjutkan pengeringan dalam furnace pada 600°C untuk menguapkan HNO₃ maupun sisa karbonat yang tertinggal. Berikutnya bahan digerus, dikalsinasi, dipress dan disinter. Hasilnya diamati superkonduktivitasnya melalui uji efek Meissner, strukturnya dengan XRD, dan pengukuran kurva ρ–T. Hasil sintesis menunjukkan terjadinya gejala pelelehan untuk sampel x = 0,1, x = 0,2, x = 0,3 dan x = 0,4. Pelelehan parsial yang diamati semakin menunjukkan gejala yang semakin parah jika kadar Mo semakin banyak. Pemberian dopan Mo diduga menurunkan titik leleh sampel. Hasil uji efek Meissner menunjukkan penolakan yang cukup kuantitatif untuk x = 0 yaitu ±2 mm. Sampel lainnya hanya menunjukkan gejala penolakan pada butir-butir magnet yang ditaburkan di atasnya. Sedangkan fraksi volume terbesar ditunjukkan oleh sampel dengan kadar Mo x = 0 yaitu sebesar 81%. Hasil pengukuran kurva ρ–T menunjukkan adanya transisi superkonduktif untuk sampel x = 0 pada temperatur kritis 93 K dan Tcon ±103 K. Berdasarkan hasil penelitian ternyata dopan Mo bisa menjadi alternatif untuk mengganti dopan Pb, dengan menambah lama waktu sintering. Hanya saja perlu dilakukan uji DTA sebelum bahan dikalsinasi dan disinter. Pemakaian furnace dengan temperatur kontrol yang baik perlu dilakukan. Untuk jangkauan yang akan datang aplikasi yang bisa dicoba adalah sintesis PIT (Powder In Tube) yaitu memasukkan bahan superkonduktor dalam selubung dengan beberapa perlakuan agar dapat dimanfaatkan sebagai kabel.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Eksperimental, Fisis Superkonduktor
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q164 Recreations, Home Experiments, etc.
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Fisika
Creators:
CreatorsNIM
Dyah Hikmawati, --
Aminatun, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 05 Oct 2026 06:34
Last Modified: 05 Oct 2026 06:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148577
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item