Peningkatan Jumlah Candida Albican Pada Permukaan Resin Akrilik Heat Cured Setelah Perendaman Dalam Larutan Kopi Dan Teh Hijau

Eny Inayanti, - and Laksmiari S., - and Sri Redjeki Indiani, - (2000) Peningkatan Jumlah Candida Albican Pada Permukaan Resin Akrilik Heat Cured Setelah Perendaman Dalam Larutan Kopi Dan Teh Hijau. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
Eny Inayanti, Laksmiari dan Sri Redjeki Indiani.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Larutan kopi dan teh hijau mengandung senyawa polifenol. Fenol dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan resin akrilik bila terjadi kontak antara keduanya (Shen, 1989). Resin akrilik heat cured merupakan bahan pembuatan basis gigi tiruan lepasan. Bila direndam dalam larutan kopi atau teh hijau, permukaannya memungkinkan menjadi kasar karena kontak dengan senyawa fenol yang terdapat dalam larutan kopi atau teh hijau tersebut. Candida albicans secara alami terdapat di dalam rongga mulut dan bagi pemakai gigi tiruan lepasan yang berbasis resin akrilik, jumlah mikroorganisme ini dapat meningkat. Apabila basis gigi tiruan lepasan tersebut kasar, maka jumlah Candida albicans kemungkinan dapat meningkat lagi. Penelitian mengenai pengaruh kopi dan teh hijau terhadap kekasaran permukaan resin akrilik heat cured belum pernah dilaporkan. Begitu pula mengenai perlekatan Candida albicans pada permukaan resin akrilik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan kekasaran permukaan resin akrilik heat cured setelah perendaman dalam larutan kopi dan teh hijau. Peningkatan jumlah Candida albicans yang melekat pada permukaan resin akrilik tersebut juga ingin diketahui. Sampel penelitian berbentuk segi empat dengan ukuran sisi 10 mm dan tebal 2 mm. Jumlah seluruh sampel sebanyak 18 buah. Masing-masing sampel diukur kekasaran permukaannya pada salah satu sisi datarnya menggunakan Surface Roughness Tester. Sampel kemudian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: Kelompok A: 6 buah sampel direndam dalam air sebagai kelompok kontrol. Kelompok B: 6 buah sampel direndam dalam larutan kopi. Kelompok C: 6 buah sampel direndam dalam larutan teh hijau. Perendaman dilakukan pada suhu 37 °C selama 2 minggu dan setiap hari larutan perendam diganti dengan larutan yang baru. Seluruh sampel dibilas dengan air, kemudian kekasaran permukaannya diukur pada sisi yang sama dengan pengukuran sebelumnya. Kemudian disterilkan, dimasukkan ke dalam saliva dan dimasukkan ke dalam tissue cultere plate yang berisi Candida Albican. Diinkubasi selama 2 jam pada suhu 37 °C. Jumlah koloni Candida Albican dihitung dengan colony counter. Data dianalisis dengan Anava 1 jalan dan Tukey HSD dengan tingkat kemaknaan 5%. Kesimpulan penelitian ini adalah Tidak terdapat perbedaan kekasaran permukaan resin akrilik heat cured setelah perendaman dalam larutan kopi dan teh hijau.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Permukaan Resin Akrilik Heat Cured
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK641-667 Prosthetic dentistry. Prosthodontics
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
Eny Inayanti, --
Laksmiari S., --
Sri Redjeki Indiani, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 05 Oct 2026 07:27
Last Modified: 05 Oct 2026 07:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148594
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item