Aminatun, - (2002) Upaya Meningkatkan Fotokonduktivitas Poli (N-Vinilkarbazol) Dengan Perlakuan Annealing. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Ir. Aminatun, M.Si..pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan: (1) berapakah suhu annealing optimum yang masih dapat menaikkan kristalinitas PVK, (2) berapakah fotokonduktivitas maksimum PVK yang dihasilkan akibat perlakuan annealing tersebut, dan (3) bagaimanakah kaitan antara suhu annealing dengan fotokonduktivitas PVK. Tujuan penelitian ini adalah menentukan suhu annealing optimum dan menentukan fotokonduktivitas maksimum karena perlakuan annealing serta untuk mengetahui sifat fotokonduktivitas PVK setelah perlakuan annealing. Metode penelitian yang pertama adalah membuat larutan PVK dengan cara mencampur 2 g PVK ke dalam 45 ml aquades, dipanaskan sampai diperoleh larutan yang bening dan lengket. Larutan didiamkan sebentar sampai gelembung udaranya hilang, selanjutnya larutan tersebut dilapiskan pada substrat PCB yang sekaligus berfungsi sebagai elektroda. Proses pelapisan dilakukan dengan alat spin-coater dengan kecepatan putar 650 rpm selama 10 menit. Sampel lapisan tipis yang dihasilkan kemudian dipanaskan dalam oven pada suhu 50°C selama 1 jam. Setelah itu sampel diberi perlakuan annealing pada suhu yang berbeda yaitu 190°C, 200°C, 210°C dan 225°C masing-masing selama 24 jam. Sampel yang sudah jadi kemudian dikarakterisasi dengan XRD, selanjutnya diukur arus fotonya kemudian dihitung fotokonduktivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel lapisan tipis PVK yang sudah dibuat telah mengandung PVK yang ditandai dengan munculnya puncak pada sudut 2θ = 21,9°; 21,5°; 21,1°; dan 22,3°, masing-masing secara berturut-turut untuk suhu annealing 190°C, 200°C, 210°C dan 225°C. Pada sudut 2θ tersebut diperoleh nilai intensitas relatif yang bervariasi. Ternyata intensitas maksimum dicapai pada suhu 190°C. Besarnya intensitas ini secara kasar menggambarkan derajat kekristalan suatu bahan. Dengan demikian berarti sampel yang di-annealing pada suhu 190°C menghasilkan kristalinitas tertinggi di antara sampel yang ada. Fotokonduktivitas sampel juga bervariasi. Pada sampel yang di-annealing 190°C menghasilkan fotokonduktivitas tertinggi, sementara untuk sampel yang di-annealing di atas suhu 190°C menghasilkan fotokonduktivitas yang menurun seiring naiknya suhu annealing. Hal ini terjadi karena suhu di atas 190°C sudah melebihi suhu rekristalisasinya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) suhu annealing optimum yang masih dapat meningkatkan kristalinitas PVK adalah 190°C; (2) pada suhu ini diperoleh nilai fotokonduktivitas sebesar (1,84 ± 0,02) × 10⁻¹⁰ Ω⁻¹m⁻¹; (3) kenaikan suhu annealing sampai 190°C meningkatkan nilai fotokonduktivitas PVK, sedangkan suhu di atas 190°C menyebabkan fotokonduktivitas PVK menurun. Untuk meningkatkan nilai fotokonduktivitas PVK perlu dilakukan penelitian berkelanjutan dengan memberikan dua perlakuan sekaligus yaitu memberikan doping dan perlakuan annealing.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fotokonduktivitas Poli | ||||
| Subjects: | Q Science > QC Physics | ||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Fisika | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 06:15 | ||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 06:15 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148686 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


