Gunanti Mahasri, - and Kismiyati, - and Poedji Hastutiek, - (2003) Kemampuan Ikan Bandeng Sebagai Filter Biologis Dalam Menekan Munculnya Ciliata Patogen Pada Budidaya Udang Windu (Penausmonodonfab) Di Tambak. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Ir. Gunarti M., M.Si., Ir. Kismiyati, M.Si., Drh. Poedji H.,M.Si.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Salah satu faktor penyebab kegagalan panen udang windu (Penaeus monodon Fab.) adalah adanya serangan penyakit yang umumnya muncul sebagai akibat menurunnya kualitas air. Ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) dapat digunakan sebagai filter biologis untuk mempertahankan kualitas air, agar tidak muncul adanya penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan filter biologis ikan bandeng dalam menyediakan kualitas air dan menekan munculnya ciliata patogen pada budidaya udang windu (Penaeus monodon Fab.) di tambak. Pemeliharaan udang dilakukan selama 100 hari di Desa Trocor, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, sedangkan pemeriksaan ciliata yang menyerang udang windu dilakukan di Laboratorium Entomologi dan Protozoologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga. Sampel yang berupa air diperiksa dengan Water Test Kit langsung di lokasi penelitian. Sampel yang berupa udang windu diambil dari 1 petak tambak dengan filter biologis dan 1 petak tambak tanpa menggunakan filter biologis. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sebanyak 75 ekor dari masing-masing petak pada saat udang dipanen yaitu hari ke-100. Sampel yang berupa udang windu hidup dibawa ke laboratorium dengan menggunakan kantong plastik yang diberi oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air pada petak budidaya dengan menggunakan filter biologis lebih baik jika dibandingkan dengan petak tanpa filter biologis dari ikan bandeng. Prevalensi ciliata patogen udang windu yang dipelihara pada tambak dengan filter biologis sebesar 12,1% dan ini lebih rendah jika dibandingkan dengan prevalensi pada tambak tanpa filter biologis, yaitu 83,3%. Dengan demikian dapat diartikan bahwa filter biologis dapat menekan munculnya ciliata patogen dari 83,3% hingga 12,1%. Penggunaan filter biologis sangat diperlukan terutama pada tambak udang windu agar kualitas air selalu terjaga dan ciliata patogen tidak muncul selama pemeliharaan.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Budidaya Udang Windu | ||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling | ||||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan > Parasitologi Veteriner | ||||||||
| Creators: |
|
||||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 06:43 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 06:43 | ||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148701 | ||||||||
| Sosial Share: | |||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


