FARAH TARIZA HARLENS, - (2022) Eksplorasi Secara In Silico Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai Kandidat Bahan Proteksi Radiasi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
021911133035 HALAMAN I.pdf Download (449kB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133035 BAB I.pdf Download (43kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
021911133035.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Pemeriksaan radiografi kedokteran gigi adalah hal yang penting dilakukan untuk menegakkan diagnosis, menentukan rencana perawatan dan evaluasi hasil perawatan. Selain memberikan banyak manfaat, pemeriksaan radiografi juga memiliki efek samping. Buah mengkudu merupakan salah satu tanaman obat yang mempunyai senyawa bioaktif antioksidan yang dapat digunakan untuk meredam efek samping radiasi dan dapat digunakan sebagai bahan proteksi radiasi. Tujuan: Mengetahui potensi ekstrak buah mengkudu sebagai kandidat bahan proteksi radiasi secara in silico. Metode: Menggunakan metode in silico atau komputasi. Database yang digunakan adalah PubChem, PASS Online, dan ProTox-II. Hasil: Didapatkan 9 senyawa bioaktif pada ekstrak buah mengkudu yaitu Quercetin, Kaempherol, Morindin, Morindone, Alizarin, Nicotinamide, beta-Sitosterol, Squalene, dan n-hexadecanoic acid. Kaempherol, Squalene, dan n-hexadecanoic acid adalah senyawa yang paling poten sebagai antioksidan. Kaempherol memiliki level toksisitas yang rendah (kelas 5). Aktivitas Kaempherol sebagai bahan antioksidan sebesar 0,856 (Pa?0,7), free radical scavenger sebesar 0,771 (Pa?0,7), dan radioprotektor sebesar 0.538 (Pa 0,3-0,7). Squalene berperan sebagai triterpene yang memiliki level toksisitas yang rendah (kelas 5). Aktivitas Squalene sebagai bahan antioksidan sebesar 0,657 (Pa 0,3-0,7), free radical scavenger sebesar 0,456 (Pa 0,3-0,7), dan radioprotektor sebesar 0,649 (Pa 0,3-0,7). n-hexadecanoic acid merupakan senyawa metabolit dengan level toksisitas yang sedang (kelas 4). Aktivitas n-hexadecanoic acid sebagai bahan antioksidan sebesar 0.222 (Pa?0,3), Morindin memiliki nilai sebagai free radical scavenger sebesar 0,315 (Pa 0,3-0,7). dan radioprotektor sebesar 0.628 (Pa 0,3-0,7). Kesimpulan: Senyawa Kaempherol, Squalene, dan n-hexadecanoic acid pada ekstrak buah mengkudu berpotensi menjadi kandidat bahan proteksi radiasi secara in silico.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 06 - 23 Far e | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Dental radiography, noni fruit, radiation protection, antioxidant | |||||||||
| Subjects: | R Medicine R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
|||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 04:20 | |||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 04:20 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148713 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


