Lucia Tri Suwanti, - and Mufasirin, - and Endang Suprihati, - (2003) Deteksi Kista Jaringan Toxoplasma Gondii Pada Beberapa Organ Ayam. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Lucia T.s., MP.,Drh., Mufasirin, M.Si.,Drh., Endang S., MS.,Drh..pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Toxoplasmosis adalah penyakit protozoa yang bersifat zoonosa dan disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Penyakit ini dapat menyerang semua bangsa burung dan mamalia termasuk manusia. Manusia tertular karena memakan daging ternak yang kurang masak yang mengandung kista jaringan atau menelan ookista yang mencemari lingkungan. Ookista keluar bersama feses kucing. Dari uraian tersebut tercermin bahwa ternak dan kucing sangat berperanan pada penularan toxoplasmosis. Ayam merupakan salah satu hewan yang dibudidayakan sebagai hewan ternak. Kejadian toxoplasmosis pada ayam pernah dilakukan oleh Hermawan (1988). Penelitian dilakukan pada ayam buras di daerah Lamongan dengan uji serologis dan hasilnya 23% ayam positif toxoplasmosis. Mufasirin dkk. (2002) berhasil mendeteksi adanya antigen Toxoplasma gondii pada semua sampel telur ayam buras (100%) yang dijual sebagai campuran jamu tradisional. Penelitian keberadaan parasit pada ayam belum pernah ada, maka melalui penelitian ini ingin diungkap kejadian toxoplasmosis pada ayam berdasarkan keberadaan kista jaringan pada beberapa organ ayam. Hasil penelitian diharapkan dapat menambah informasi guna pengembangan ilmu pengetahuan khususnya Parasitologi. Memberikan informasi kepada masyarakat untuk hati-hati dalam mengonsumsi daging ayam. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Mei sampai Agustus 2003 bertempat di Laboratorium Entomologi dan Protozoologi Fakultas Kedokteran Hewan Unair (Kampus C) Surabaya. Otak dan daging dari 25 ekor ayam petelur afkir dan 25 ekor ayam buras yang dibeli di pasar diperiksa adanya kista jaringan dari T. gondii. Daging diambil dari otot dada. Pemeriksaan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: Otak dan otot dada dari tiap-tiap ayam diambil, dihancurkan dan dilarutkan tripsin HCl 2%. Suspensi selanjutnya disaring dan hasil saringan disentrifus. Sedimen dicuci dengan NaCl fisiologis 2 kali, selanjutnya disuntikkan ke mencit sehat secara intraperitoneal. Setiap mencit disuntik dengan 0,5 ml suspensi. Tiap sampel disuntikkan ke 2 ekor mencit. Pengamatan terhadap mencit dilakukan dengan cara mengamati timbulnya gejala asites, adanya takizoit dalam cairan peritoneal dan atau adanya kista dalam otak mencit paska inokulasi. Ayam dinyatakan positif mengandung kista jaringan T. gondii apabila pada salah satu dari organ ayam yang disuntikkan ke mencit memberikan reaksi positif pada satu atau kedua ekor mencit. Reaksi positif ditetapkan apabila mencit yang disuntik menunjukkan satu atau lebih dari variabel pengamatan tersebut. Rancangan percobaan dengan rancangan acak lengkap. Analisis data dengan uji statistik deskriptif dan tingkat kejadian toxoplasmosis pada kedua jenis ayam dibandingkan dengan Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi toxoplasmosis pada ayam 30%, di mana kejadian pada ayam buras 36% dan ras 24% dan secara statistik menunjukkan tidak ada perbedaan (p > 0,05). Kejadian toxoplasmosis pada otak ayam buras lebih tinggi daripada ayam ras (p < 0,05) dan tidak ada perbedaan kejadian toxoplasmosis pada daging ayam buras dan ras (p > 0,05). Disarankan kepada masyarakat yang suka dengan makanan sate, steak ayam dan makanan ala Jepang dalam mengonsumsi makanan tersebut dipastikan dalam keadaan matang betul. Bagi Pemerintah disarankan untuk meninjau kembali peraturan yang memuat mengenai peternakan, peredaran hasil ternak (daging) dan penyakit menular untuk melindungi masyarakat dari penularan penyakit toxoplasmosis. Disarankan pula perlunya penelitian lebih lanjut (aspek biologis, imunologis maupun patogenesis) dari isolat yang telah diketemukan pada penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kista; Toxoplasma Gondii; ayam | ||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF810 Veterinary parasitology | ||||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan > Parasitologi Veteriner | ||||||||
| Creators: |
|
||||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 07:40 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 07:40 | ||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148714 | ||||||||
| Sosial Share: | |||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


