Alanosi Noor Muhammad (2022) Kadar Glukosa Darah Dan Derajat Infestasi Ektoparasit Sebelum Dan Sesudah Transportasi Dengan Sistem Basah Terbuka Pada Lobster (Panulirus Sp.). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
141811133134 COV.pdf Download (399kB) |
|
|
Text (BAB 1)
141811133134 BAB.pdf Download (107kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
141811133134.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Keberhasilan budidaya lobster terkait dengan keadaan lingkungan pemeliharaan. Salah satu parameter kualitas air yang menjadi faktor pembatas dalam budidaya lobster adalah oksigen terlarut dan bahan organik yang tinggi. Kandungan oksigen yang rendah akan menghambat proses penguraian bahan organik dan menyebabkan kualitas air menurun, sehingga menyebabkan lobster menjadi stres. Disamping itu kualitas air yang buruk juga merupakan habitat yang sesuai untuk ektoparasit. Ektoparasit yang sering ditemui di lingkungan budidaya lobster adalah Octolasmis sp., Vorticella sp. dan Epistylis sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa darah dan derajat infestasi ektoparasit sebelum dan sesudah transportasi sistem basah terbuka pada lobster (Panulirus sp.). Penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan sampel lobster dilakukan di perairan laut Prigi, Trenggalek. Sampel lobster yang diambil sejumlah 35 ekor dari total populasi, untuk diperiksa kadar glukosa darah dan infestasi ektoparasitnya, dan 35 ekor untuk dilakukan transportasi sistem basah terbuka menuju FPK Unair Surabaya. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dan derajat infestasi ektoparasit. Parameter yang diamati adalah kadar glukosa darah dan derajat infestasi ektoparasit sebelum dan sesudah transportasi. Analisis data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 22 dengan uji statistik Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan sangat nyata antara kadar glukosa darah lobster sebelum dan sesudah transportasi. Rata-rata kadar glukosa darah sebelum dan sesudah adalah 30,8 mg/dL dan 43,4 mg/dL. Sedangkan pada derajat infestasi ektoparasit tidak terdapat perbedaan yang nyata antara sebelum dan sesudah transportasi. Ektoparasit yang ditemukan pada penelitian ini adalah Octolasmis sp. Ditemukan menginfestasi 10 lobster pada sebelum dan sesudah transpotasi basah terbuka. Hasil pemeriksaan derajat infestasi sebelum dan sesudah didapatkan pada kategori ringan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah proses transportasi basah terbuka tidak mempengaruhi derajat infestasi ektoparasit, namun sangat berpengaruh pada perubahan kadar glukosa darah lobster.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FPK.A.61-22 Ala k | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Glukosa, Ektoparasit , Lobster | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture | |||||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | |||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 00:53 | |||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 00:53 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148733 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


