Hubungan Asupan Zat Gizi Makro, Riwayat ASI Eksklusif, Pemberian MP-ASI dan Aspek Sosio Budaya Dengan Kejadian stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan di Suku Tengger

FINA ZAHROTUN NI'MAH, - (2022) Hubungan Asupan Zat Gizi Makro, Riwayat ASI Eksklusif, Pemberian MP-ASI dan Aspek Sosio Budaya Dengan Kejadian stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan di Suku Tengger. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
cover.pdf

Download (297kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (75kB)
[img] Text (full text)
101811233004.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

" Penyebab stunting multifaktor. Faktor penyebab langsung dari kejadian stunting yaitu kurangnya asupan makanan, sedangkan faktor penyebab tidak langsung seperti riwayat ASI eksklusif, pemberian MP-ASI dan sosio budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan zat gizi makro, riwayat ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, dan aspek sosio budaya dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Suku Tengger. Metode penelitian ini menggunakan mix method dengan desain penelitian cross sectional. Besar sampel sebesar 42 responden yang dipilih dengan simple random sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui pengisian kuesioner dan indepth interview. Untuk data mengenai zat gizi makro diperoleh melalui food recall 2x24 jam. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact’s. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 23,8% anak mengalami stunting. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi (p=0,135) yang mayoritas kurang (85,7%), protein (p=0,061) mayoritas cukup (61,9%), lemak (p=0,075) mayoritas kurang (81%), karbohidrat (p=1,000) mayoritas kurang (90,5%), ASI eksklusif (p=0,305) mayoritas tidak eksklusif (56,1%), usia pertama diberi MP-ASI (p=0,125) mayoritas tidak sesuai (66,7%), frekuensi MP-ASI (p=1,000) sama besarnya (50%), jumlah MP-ASI (p=1,000) mayoritas tidak sesuai (88,1%), tekstur MP-ASI (p=1,000) mayoritas sesuai (64,3%) dengan kejadian stunting. Praktik sosio budaya yang ada di Suku Tengger dibagi menjadi dua yaitu masa menyusui dan masa balita. Budaya yang berdampak buruk bagi kesehatan seperti membuang kolostrum, pantangan makan ikan laut, cabai, panas, masam, durian, kopi, ikan asin dan pemberian MP-ASI terlalu dini. Adanya pantangan makanan tertentu dapat mengakibatkan kurangnya nutrisi pada makanan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro, riwayat ASI eksklusif, dan pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Suku Tengger dan masih terdapat sosio budaya terkait makanan. Saran bagi responden untuk memberikan asupan makan yang mencukupi, memberikan MP-ASI sesuai usia dan memberikan ASI eksklusif dilanjutkan sampai 2 tahun."

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM.G 20 - 23 Fin h
Uncontrolled Keywords: Keywords: stunting, macronutrients, exclusive breastfeeding, complementary feeding, socio-cultural
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA643-645 Disease (Communicable and noninfectious) and public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsNIM
FINA ZAHROTUN NI'MAH, -NIM101811233004
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorLAILATUL MUNIROH, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 07 Oct 2026 04:06
Last Modified: 07 Oct 2026 04:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148779
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item