FANNI OKVIASANTI (2022) Pengembangan Model Keperawatan Spiritual Terhadap Kualitas Hidup, 6mwt, Kadar Sst2, Dan Vma Pasien Gagal Jantung. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
131811573013_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
131811573013_BAB I.pdf Download (331kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
131811573013_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Kualitas hidup yang rendah ditemukan pada pasien gagal jantung. Peningkatan kualitas hidup dipengaruhi oleh spiritualitas. Sejauh ini model keperawatan spiritual untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung belum dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model keperawatan spiritual dalam meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung. Metode: Tahap 1 menggunakan desain cross-sectional. Sejumlah 222 pasien gagal jantung direkrut secara consecutive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan SEM-PLS. Tahap 2 pengembangan modul. Tahap 3, desain quasi-experiment melibatkan 39 pasien gagal jantung. Instrumen menggunakan kuesioner, lembar observasi, dan human ELISA kit. Analisis data menggunakan t-test, Mann Whitney test, dan Wilcoxon sign rank test. Hasil dan temuan baru: Tahap 1: Faktor psikososial (T=2,048), spiritual (T=1,990), dan lingkungan (T=2,027) berpengaruh terhadap kemampuan menilai stressor. Faktor penyakit (T=5,560), spiritual (T=3,673), dan lingkungan (T=3,056) berpengaruh terhadap spiritual well-being. Faktor penyakit (T=7,467), psikososial (T=2,161), dan lingkungan (T=2,674) berpengaruh terhadap kualitas hidup. Penilaian stressor berpengaruh terhadap pembentukan makna (T=3,516). Pembentukan makna berpengaruh terhadap strategi koping (T=3,424). Strategi koping berpengaruh terhadap spiritual well-being (T=10,100). Spiritual well-being berpengaruh terhadap kualitas hidup (T=2,820). Tahap 2: Modul keperawatan spiritual. Tahap 3: Pelatihan spiritual berpengaruh terhadap peningkatan spiritual well-being, HRQoL, 6MWT, serta penurunan NYHA class, kadar sST2, dan VMA pasien gagal jantung (p<0,05). Temuan baru: Model keperawatan spiritual untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung. Pembahasan dan kesimpulan: Model keperawatan spiritual dapat meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung. Pembentukan model dipengaruhi oleh faktor penyakit, psikososial, lingkungan, dan spiritual well-being. Pelatihan spiritual terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK D.FKP 08 - 23 Fan p | ||||
| Uncontrolled Keywords: | spirituality, quality of life, heart failure | ||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system R Medicine > RT Nursing > RT1-120 Nursing |
||||
| Divisions: | 13. Fakultas Keperawatan > S3 Keperawatan | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 06:45 | ||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 06:45 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148821 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


