ANALISIS FAKTOR PERSONAL HIGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KASUS STUNTING PADA BALITA DI ASIA : LITERATURE REVIEW

PUSPA PRATIWI MARIANA (2022) ANALISIS FAKTOR PERSONAL HIGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KASUS STUNTING PADA BALITA DI ASIA : LITERATURE REVIEW. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101811133075_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
101811133075_BAB I.pdf

Download (831kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101811133075-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stunting merupakan masalah malnutrisi tertinggi pada balita di dunia. Menurut data dari UNICEF dan WHO, kasus stunting pada balita di dunia tahun 2020 sebanyak 149,2 juta dan sebesar 79 juta (53%) diantaranya tinggal di Asia. Faktor personal higiene dan sanitasi lingkungan merupakan faktor lingkungan yang menjadi salah satu faktor risiko penyumbang sebagai penyebab sensitif (tidak langsung) dari terjadinya stunting pada balita. Faktor ini berhubungan dengan kejadian penyakit infeksi yang terjadi pada balita sehingga dapat menghambat absorpsi nutrisi, jika keadaan ini terus berlanjut maka balita akan mengalami malnutrisi dalam jangka waktu yang lama hingga dapat mengalami stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor personal higiene dan sanitasi lingkungan dengan kasus stunting pada balita di Asia dari beberapa artikel jurnal.Metode dalam penelitian ini adalah kajian literatur (literature review) atau penelitian studi pustaka untuk mengkaji topik yang diteliti dengan jenis traditional atau narrative literature review. Sumber data penelitian ini berasal dari database Google Scholar, PubMed, Scopus, dan Publish or Perish 7. Seleksi artikel menggunakan metode PRISMA sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, hasil seleksi terpilih 24 artikel penelitian untuk dikaji. Artikel terpilih dianalisis secara deskriptif dan disintesis secara naratif.Hasil analisis dari beberapa penelitian terpilih menunjukkan bahwa usia, riwayat berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif balita; usia dan tingkat pendidikan ibu; riwayat diare balita; kebiasaan cuci tangan ibu atau pengasuh; akses air bersih, jenis sumber air minum, akses jamban sehat dan jenis jamban memiliki hubungan signifikan dengan stunting pada balita. Sedangkan, jenis kelamin balita tidak memiliki hubungan signifikan dengan stunting.Kebiasaan cuci tangan ibu atau pengasuh yang buruk, tidak memiliki akses air bersih, jenis sumber air minum yang tidak terlindung atau non improved, tidak memiliki akses jamban sehat dan jenis jamban yang tidak sehat meningkatkan risiko stunting pada balita. Perlu adanya pengaturan pemerataan sarana dan prasarana air bersih dan jamban sehat pada seluruh daerah di suatu negara. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode systematic review atau meta-analisis untuk memberikan hasil yang lebih komprehensif dan minim bias.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM 142 - 23 Pus a
Uncontrolled Keywords: Stunting, environmental sanitation, personal hygiene
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
PUSPA PRATIWI MARIANANIM101811133075
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorKUSUMA SCORPIA LESTARINIDN198011072008122003
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 07 Oct 2026 08:31
Last Modified: 07 Oct 2026 08:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148855
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item