Alifa Hafiizha Gunawan (2022) Korelasi Parameter Kimia Air, Derajat Infestasi Dan Gejala Klinis Ektoparasit Pada Lobster (Panurilus Sp.) Di Keramba Perairan Laut Trenggalek Dan Banyuwangi, Jawa Timur. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
141811133128 COV.pdf Download (757kB) |
|
|
Text (BAB 1)
141811133128 BAB.pdf Download (122kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
141811133128.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
"Lobster (Panulirus sp.) merupakan komoditas penting bagi kelompok udang-udangan (Crustasea) di Indonesia. Data statistik KKP (2021) menunjukkan total angka ekspor lobster laut sebanyak 17.468 ton yang mengalami penurunan signifikan dari jumlah produksi pada tahun 2020 yaitu 76.106 ton. Keramba jarring apung menjadi alternatif pilihan yang tepat bagi lobster laut untuk berkembang disebabkan oleh daya dukung lingkungan yang optimal. Parameter kimia yang dapat mempengaruhi budidaya lobster laut (Panulirus sp.) di perairan laut antara lain adalah amonia (NH3), amonia terionisasi (NH4), nitrat (NO3) dan nitrit (NO2). Lobster laut sering terserang penyakit salah satunya adalah infestasi yang disebabkan oleh ektoparasit. Ektoparasit yang ditemukan pada lobster laut dari filum arthropoda adalah Octolasmis sp., sedangkan Epistylis sp., dan Vorticella sp. berasal dari filum protozoa. Lobster laut (Panulirus sp.) yang terinfeksi penyakit akan mengalami perubahan fisiologi yang ditandai oleh gejala klinis pada tubuh bagian dalam dan luar organisme."
Actions (login required)
![]() |
View Item |


