Andre Andarianto (2022) Perbandingan Pengaruh Latihan Aerobik, Resistance, Dan Kombinasi Intensitas Moderat Terhadap Penurunan Kadar Leptin Pada Perempuan Obesitas. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
012014553002 COV.pdf Download (506kB) |
|
|
Text (BAB 1)
012014553002 BAB.pdf Download (111kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
012014553002.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
"Pendahuluan: Obesitas erat hubungannya dengan resistensi leptin akibat dari akumulasi lemak yang tinggi. Modifikasi gaya hidup dengan latihan merupakan strategi yang tepat dalam menurunkan kadar leptin dengan tujuan meningkatkan sensitivitas leptin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengaruh latihan aerobik, resistance, dan kombinasi intensitas moderat terhadap penurunan kadar leptin pada perempuan obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan true experiment, dengan rancangan penelitian the pretest-posttest control group design, menggunakan subjek 28 perempuan obesitas dan dibagi menjadi empat kelompok, yaitu COG (n=7, control group), ATG (n=7, aerobic training group), RTG (n=7, resistance training group) dan CTG (n=7, combination training group). Latihan aerobik (lari di atas treadmill), intensitas 60-70% HRmax, 45 menit. Latihan resistance (menggunakan peralatan angkat beban), intensitas 60-70% 1 Repetisi Maksimal (RM), 45 menit. Latihan kombinasi (aerobik, intensitas 60-70% Hrmax) dan (resistance, intensitas 60-70% 1 RM) selama 45 menit. Pengambilan sampel darah dilakukan 30 menit sebelum intervensi dan 24 jam pasca intervensi. Pengukuran kadar leptin menggunakan metode ELISA. Teknik analisis data menggunakan uji two way-ANOVA dan Tukey’s-HSD post hoc test dengan Statistic Package for Social Science (SPSS). Hasil: Terdapat perbedaan rerata kadar leptin pre dan post training pada kelompok ATG (26,57±6,48 vs. 21,39±5,69 ng/mL), RTG (26,93±6,86 vs. 21,34±6,57 ng/mL), dan CTG (23.10±6.34 vs. 16.90±2.86 ng/mL). Pada COG tidak menunjukkan perbedaan rerata kadar leptin pre dan post training (22,19±4,07 vs. 22,20±5,71 ng/mL). Kesimpulan: Kelompok CTG memiliki rata-rata penurunan kadar leptin lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok ATG, RTG dan COG."
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KO.06-22 And p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Latihan Aerobik, Latihan Resistance, Latihan Kombinasi, Kadar Leptin, Perempuan Obesitas. | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QP Physiology > QP1-(981) Physiology R Medicine > RC Internal medicine > RC1200 Sports Medicine |
|||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Magister Ilmu Kesehatan Olahraga | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | |||||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 04:04 | |||||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 04:06 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148928 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


