drg. Astrid Bernadette Ulina Purba (2022) ANALISIS EPIDEMIOLOGI REKURENSI LESI-LESI JARINGAN LUNAK EKSOFITIK DI RUMAH SAKIT AFILIASI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS AIRLANGGA TAHUN 2018-2022. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021528016305_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
021528016305_BAB I.pdf Download (660kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021528016305_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang : Lesi jaringan lunak eksofitik rongga mulut merupakan lesi yang tumbuh diatas permukaan mukosa oral, yang terbagi menjadi lesi hiperplastik reaktif, lesi kelenjar ludah, dan lesi tumor mesenkimal. Penelitian epidemiologi dan analisis rekurensi pada lesi ini belum pernah dilakukan. Tujuan : menganalisis epidemiologi rekurensi lesi jaringan lunak eksofitik di Rumah Sakit afiliasi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain crossectional menggunakan data sekunder rekam medis seluruh pasien lesi jaringan lunak eksofitik yang telah operasi di Rumah sakit afiliasi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga periode 1 Januari 2018 - 30 April 2022. Data dipilah sesuai kriteria inklusi dan dilakukan penyusunan distrbusi karakteristik berdasar usia, jenis kelamin, ukuran, warna, basis, lokasi, etiologi, rekurensi. Analisis rekurensi dilakukan dengan rank biserial dan contingency coefficient. Hasil: Terdapat 143 rekam medis yang sesuai kriteria inklusi. Lesi jaringan lunak eksofitik terdiri 69 (48,25%) kasus lesi hiperplastik reaktif dengan kasus terbanyak adalah iritasi fibroma 28(40,57%) dan diikuti epulis fibromatosa 18(26,08%). Lesi kelenjar ludah ditemukan sebanyak (62 mucocele dan 2 ranula); dan 10(6,99%) lesi tumor mesenkimal. Lesi jaringan lunak eksofitik paling banyak terjadi pada 66,43% usia <30tahun; dengan rasio perempuan dan laki-laki 2,1:1.Terdapat 3 kasus rekurensi 2,09% yaitu 2 mucocele dan 1 schwannoma. Terdapat hubungan signifikan hanya pada lokasi dengan rekurensi pada kelenjar ludah p= 0,011 (p<0,05). Tidak ada hubungan signifikan usia, jenis kelamin, ukuran, warna, basis, lokasi, etiologi dengan rekurensi lesi tumor mesenkimal p>0,05. Kesimpulan: Lesi jaringan lunak eksofitik terbanyak adalah lesi hiperplastik reaktif dengan diagnosa iritasi fibroma; diikuti lesi kelenjar ludah dengan mucocele; dan tumor mesenkimal dengan schwannoma. Analisis rekurensi pada kelenjar ludah berhubungan dengan lokasi. Rekurensi pada tumor mesenkimal tidak berhubungan dengan usia, jenis kelamin, ukuran, warna, basis, lokasi, etiologi.
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FKG.BMM 02 - 23 Ast a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Exophytic soft tissue lesions, reactive hyperplastic lesions, salivary glandlesions, mesenchymal tumor lesions, recurrence | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > Oral and Maxilofacial Surgery (Spesialis) | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 06:10 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Oct 2026 06:10 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149063 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


