Mediated Practice dan Lived Experience (Pengalaman Hidup) sebagai Makna Feminisme Siber (Cyberfeminism) bagi Komunitas E-girl Platform Sosial Media Tiktok

TIMIATY KHADIJAH, - Mediated Practice dan Lived Experience (Pengalaman Hidup) sebagai Makna Feminisme Siber (Cyberfeminism) bagi Komunitas E-girl Platform Sosial Media Tiktok. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
071811733013 HALAMAN I.pdf

Download (154kB)
[img] Text (BAB I)
071811733013 BAB I.pdf

Download (363kB)
[img] Text (FULL TEXT)
071811733013.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Komunitas E-girl Tiktok merupakan salah satu kelompok dengan subkultur khusus dari sekian banyak subkultur yang ada di internet. Di dalamnya, terdapat proses-proses yang berupa berbagai praktik tertentu dari segi bergaya, hingga aktivitas yang dilakukan dalam platform media sosial Tiktok. Penelitian ini dilakukan untuk memahami aspek pengalaman (Lived Experience) para E-girl dan bagaimana komunitas ini berkontribusi dalam gagasan feminisme siber berdasarkan konten yang dihasilkan serta cara mereka memaknai subkultur E-girl itu sendiri. Lokasi penelitian terletak di dalam jaringan (online). Secara spesifik, pada platform media sosial Tiktok. Jenis penelitian berupa etnografi media sosial John Postill, dengan menerapkan model praktik media Steele dan Brown. Penelitian ini menggunakan teknik observasi tidak terstruktur, wawancara mendalam, dan data-data yang ditemukan dalam platform (contoh konten, fitur-fitur dalam konten, dll.). Dalam penelitian ini, pemaknaan feminisme siber yang melekat pada E-girl dibedah melalui konsep Lived Experience yang dimiliki para informan. Paradigma yang dicetuskan oleh Steele dan Brown ini mencoba memahami faktor yang melatarbelakangi sebuah pemaknaan berdasarkan apa yang direpresentasikan dengan praktik-praktik khusus melalui tiga proses yaitu seleksi (selection), interaksi (interaction), dan aplikasi (application). Pada kasus ini, bagaimana para E-girl memaknai gaya mereka dan media yang mereka gunakan berserta praktik-praktiknya yang berkaitan dengan nilai feminisme siber. Sebagai ideologi yang membebaskan dan memberdayakan, praktik-praktik yang terbentuk dalam subkultur E-girl seolah-olah memberikan pelakunya manfaat yang sama. Dan oleh karena itu, konsep Lived Experience dapat secara efektif menunjukan latar belakang keterkaitannya kedua subyek penelitian ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FISIP.A 58 - 23 Tim m
Uncontrolled Keywords: E-girl, Practice, Media, Cyberfeminism, Lived Experience
Subjects: H Social Sciences
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ1101-2030.7 Women. Feminism
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsNIM
TIMIATY KHADIJAH, -NIM071811733013
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorYUSUF ERNAWAN, -NIP196202261989031003
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 14 Oct 2026 01:36
Last Modified: 14 Oct 2026 01:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149140
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item