FEIRA SEKAR ARUM, - (2022) PENGARUH PERBEDAAN EDGE ACTIVATOR TWEEN 60 DAN BRIJ 35 TERHADAP PENETRASI SPANLASTIK KUERSETIN DALAM SEDIAAN GEL SECARA IN VIVO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
COVER.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (55kB) |
|
|
Text (full text)
051811133006.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Kuersetin memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang kuat untuk menangkal ROS namun aktivitas tersebut terhambat oleh kemampuan penetrasinya yang rendah. Spanlastik dapat berpotensi meningkatkan penetrasi topikal kuersetin dengan vesikelnya yang bersifat elastis dan mudah terdeformasi serta memiliki efisiensi penjebakan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis EA pada kemampuan penetrasi topikal spanlastik kuersetin dalam gel. Spanlastik dibentuk dengan metode hidrasi lapis tipis. Terdapat 6 formula yang digunakan untuk uji penetrasi yaitu F1 (spanlastik kuersetin menggunakan EA tween 60 + marker), F2 (spanlastik kuersetin menggunakan EA brij 35 + marker), F3 (gel spanlastik kuersetin menggunakan EA tween 60 + marker), F4 (gel spanlastik kuersetin menggunakan EA brij 35 + marker), serta 2 formula kontrol negatif yaitu K (gel kuersetin + marker) dan R (basis gel + marker). Sampel berlabel fluoresens dioleskan pada kulit punggung mencit lalu diamati pada 2 jam dan 4 jam setelah pengolesan. Berdasarkan hasil uji penetrasi diketahui bahwa penetrasi dari F1 dan F2 lebih baik dibandingkan kedua kontrol negatif. Formula F2 memiliki kemampuan meningkatkan penetrasi lebih baik dibandingkan F1. Selanjutnya F3 dan F4 memiliki kemampuan penetrasi lebih rendah dibandingkan F1 dan F2 sebab matriks pada gel memperlambat penetrasi spanlastik pada kulit. Pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan uji efektivitas antioksidan kuersetin dan uji stabilitas dalam sistem spanlastik untuk mengembangkan spanlastik kuersetin menjadi agen antipenuaan yang menjanjikan bagi sediaan kosmetika. Berdasarkan ukuran vesikelnya, spanlastik kuersetin dengan EA Tween 60 memerlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan penetrasinya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FF 145 - 23 Fei p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kuersetin, Spanlastik, Tween 60, Brij 35, Penetrasi | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms | ||||||
| Divisions: | 05. Fakultas Farmasi > S1 Farmasi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 04:57 | ||||||
| Last Modified: | 14 Oct 2026 04:57 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149155 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


