Asuhan Keperawatan Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi High Fowler Terhadap Masalah Keperawatan Gangguan Pertukaran Gas Pada Pasien Pneumonia

Henny Susanti, - (2023) Asuhan Keperawatan Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi High Fowler Terhadap Masalah Keperawatan Gangguan Pertukaran Gas Pada Pasien Pneumonia. Karya Akhir Profesi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (2MB)
[img] Text (FULLTEXT)
HENNY SUSANTI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Pendahuluan: Penelitian riskesdas 2018 mendapatkan hasil jumlah pasien Pneumonia di Indonesia mencapai 1.017.290 orang. Tanda dan gejala menurut Ranny 2016 pada pasien pneumonia usia dewasa berupa sesak napas (60,93%), batuk (54,88%), demam (48,37%). Tujuan dari studi kasus ini adalah menjelaskan asuhan keperawatan ada pasien Pneumonia dengan masalah keperawatan utama gangguan pertukaran gas di Rumah Sakit X menggunakan terapi oksigen simple mask 7 Lpm dan memposisikan high fowler (90°). Metode: Studi kasus ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Sample pada studi kasus ini adalah I klien pneumonia dengan gangguan pertukaran gas menggunakan terapi oksigen simple mask 7 Lpm dan memposisikan high fowler (90°) dengan diberikan pemantauan respirasi 15 menit dengan rentang waktu pelaksanaan 7 hari. lndikator keberhasi lan yaitu pertukaran gas meningkat menggunakan analisis deskriptif. Basil dan Pembabasan: Hasil studi kasus hari ke I pre-test didapatkan pasien merasa sesak napas, pola napas cepat dan dalam, terpasang alat bantu napas simple mask 7 lpm, respiratory rate 26 kali/menit, Spo2 96%, pH 7.35 (normal 7.35-7.45), PC02 20.9 mmhg (normal 35-45 mmhg), po2 71.6 mmhg (normal 80-1 00 mmhg), p/F rasio 225.0 mmhg (gaga! nafas ringan), hasil auskultasi crackles dan evaluasi hari ke 7 post-test.didapatkan pasien mengatakan sesak napas sudah berkurang dan sudah tidak pusing, respiratory rate 19x/menit, PC02 20.9 mmHg (tidak dilakukan cek ulang), nadi 96x/menit , pola napas teratur dan baik. Kesimpulan: Gangguan pertukaran gas disebabkan klien pneumonia sehingga ditegakan gangguan pertukaran gas (D.0003) pada kategori fisiologis dan subkategori respirasi dilakukan sesuai dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Intervensi keperawatan yang digunakan adalah pemantauan respirasi (1.01014), terapi oksigen (1.01026), dan pengaturan posisi (1.01019) dilakukan sesuai dengan Standar lntervensi Keperawatan Indonesia menggunakan terapi oksigen simple mask 7 Lpm dan memposisikan high fowler (90°). Evaluasi hasil yaitu pertukaran gas meningkat (L.01003) dilakukan sesuai dengan Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Hasil post-test didapatkan pasien mengatakan sesak napas sudah berkurang dan sudah tidak pusing, respiratory rate 19x/menit, PC02 20.9 mmHg (tidak dilakukan cek ulang), nadi 96x/menit, pola napas teratur dan baik.

Item Type: Thesis (Karya Akhir Profesi)
Uncontrolled Keywords: Pneumonia, Gangguan Pertukaran Gas, Terapi Oksigen, High Fowler
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy
Divisions: 13. Fakultas Keperawatan > Profesi Ners (Keperawatan)
Creators:
CreatorsNIM
Henny Susanti, -NIM132229063
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorPurwaningsih, -NIDN0021106603
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 15 Oct 2026 02:26
Last Modified: 15 Oct 2026 02:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149202
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item