RIKKY ARYA PANGESTU (2022) Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Gula Darah Puasa Paa Penderita Stroke Kelompok Usia Produktif Di Pedesaan dan Di Perkotaan(Analisis Data Riskesdas 2018). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101811133046_HALAMAN JUDUL.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
101811133046_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101811133046_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Stroke adalah penyakit tidak menular dengan jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun. Stroke dapat terjadi disegala usia. Salah satu faktor risiko terjadinya stroke adalah kadar gula darah yang tinggi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah puasa pada penderita stroke kelompok usia produktif (35-64 tahun) di pedesaan dan di perkotaan. Pada penelitian ini menggunakan dari data RISKESDAS 2018, dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian ini menggunakan. 4885 responden penderita stroke ini dibedakan menjadi 2 berdasarkan lokasi tempat tinggalnya didapatkan sampel sebanyak 2246 orang di pedesaan dan 2639 orang di perkotaan. Analisis yang digunakan yaitu uji statistik prevalence ratio Penelitian ini menggunakan sebanyak 6 variabel yaitu usia, aktivitas fisik, perilaku merokok, BMI (Body Mass Index), frekuensi makan makanan manis, dan frekuensi minum minuman manis. Hasil penelitian menunjukkan usia berhubungan dengan kadar gula darah tinggi (p<0,05). Aktivitas fisik berhubungan dengan kadar gula darah tinggi (p<0,05). Perilaku merokok berhubungan dengan kadar gula darah tinggi (p<0,05). BMI (Body Mass Index) tidak berhubungan dengan kadar gula darah tinggi (p>0,05). frekuensi makan makanan manis tidak berhubungan dengan kadar gula darah tinggi (p>0,05). frekuensi minum minuman manis tidak berhubungan dengan kadar gula darah tinggi (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan beberapa faktor risiko seperti usia, aktivitas fisik, perilaku merokok pada penderita stroke usia produktif (35-64 tahun) di pedesaan dan perkotaan, Dan tidak ada hubungan yang signifikan antara BMI (Body Mass Index), frekuensi makan makanan manis, dan frekuensi minum minuman manis pada penderita stroke usia produktif (35-64 tahun) di pedesaan dan perkotaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM 152 - 23 Rik f | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Physical activity, BMI, fasting blood sugar, sweet foods, sugary drinks, smoking behavior, stroke, age. | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 06:23 | ||||||
| Last Modified: | 16 Oct 2026 06:23 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149259 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


