REPRESENTASI WARIA DALAM BUKU "JANGAN LEPAS JILBABKU: CATATAN HARIAN SEORANG WARIA"

DYAH ARIESTYA ANGGRAENI, 070317078 (2008) REPRESENTASI WARIA DALAM BUKU "JANGAN LEPAS JILBABKU: CATATAN HARIAN SEORANG WARIA". Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-anggraenid-8963-abstract-8.pdf

Download (319kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
15157.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai representasi waria dalam buku "Jangan Lepas Jilbabku: Catatan Harian Seorang Waria". Warta merupakan salah satu kaum yang senantiasa mengundang kontroversi dalam masyarakat, apalagi dalam buku yang menjadi sasaran penelitian kali ini digambarkan tokoh-tokoh waria yang memiliki beragam karakter. Selain itu, fakta bahwa buku ini ditulis oleh seorang waria juga turut menjadi faktor plus sehingga peneliti tertarik untuk meneliti buku ini. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi waria dalam buku "Jangan Lepas Jilbabku: Catatan Harian Seorang Waria'. Melalui metode semiotik dengan kerangka analisis paradigma-sintagma, peneliti berusaha mengungkapkan bagaimana representasi waria yang ingin ditampilkan oleh penulis dalam buku "Jangan Lepas Jilbabku: Catatan Harian Seorang Waria". Penelitian ini mengungkapkan bahwa waria direpresentasikan memiliki beragam karakter oleh penulis buku. Melalui tokoh sentral bernama Shuniyya, waria digambarkan sebagai seorang yang berpendidikan sehingga mampu menyelesaikan kuliah di UGM dengan prestasi akademis yang sangat baik. Selain itu waria dalam tokoh Shuniyya dikisahkan memiliki penampilan fisik yang santun dan sopan dengan senantiasa menggunakan jilbab dan busana muslim, dia juga rajin menjalankan ibadah. Walaupun begitu bukan berarti tokoh ini tidak mengalami penghinaan dan diskriminasi. Di lingkungan pendidikan maupun lingkungan agama posisi waria tidak diuntungkan, selalu dilecehkan dan dihina. Tidak hanya itu, bahkan dilingkungan kaum waria sendiri, tokoh Shuniyya juga sempat tidak diterima karena berpenampilan 'nyleneh'. Selain Shuniyya, terdapat tokoh waria lain, mereka nyebong atau melacur dan berpenampilan terbuka dan ketat serta senantiasa berdandan. Penggambaran dua karakteristik waria yang bertolak belakang tersebut menunjukkan bahwa tidak semua waria sama. Dalam dunia kaum wariapun terdapat banyak warna. Mereka memiliki beragam karakteristik sama halnya dengan manusia lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis K 66/08 Ang r
Uncontrolled Keywords: TRANSEXUALS, RELIGIOUS ASPECTS
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL1-50 Religion (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsNIM
DYAH ARIESTYA ANGGRAENI, 070317078UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorLiestyaningsih D, Dra., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 14 Apr 2009 12:00
Last Modified: 05 Jun 2017 21:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15157
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item