IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KONSERVASI CAGAR BUDAYA DI KAWASAN KOTA LAMA SURABAYA (Studi Eksplanatif tentang Struktur Birokrasi, Sumberdaya, Disposisi Pelaksana, Komunikasi, Dukungan Kelompok Sasaran, dan Kepentingan yang Dipengaruhi dalam Implementasi Kebi

YUNITA FITRIYA, 070417256 (2009) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KONSERVASI CAGAR BUDAYA DI KAWASAN KOTA LAMA SURABAYA (Studi Eksplanatif tentang Struktur Birokrasi, Sumberdaya, Disposisi Pelaksana, Komunikasi, Dukungan Kelompok Sasaran, dan Kepentingan yang Dipengaruhi dalam Implementasi Kebi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2010-fitriyayun-12231-fisan0-t.pdf

Download (323kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-fitriyayun-11362-fisan0-i.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bangunan bersejarah atau benda cagar budaya bukan saja harus dilindungi tetapi juga diupayakan pelestariannya. Di kota besar seperti Surabaya diakui atau tidak keberadaan bangunan bersejarah sering berada pada posisi rawan perubahan bahkan rawan gusur karena kurangnya pemahaman investor dan masyarakat akan arti pentingnya bangunan bersejarah tersebut. Dalam kaitan itu maka pemerintah kota melakukan pelestarian / konservasi terhadap bangunan bersejarah dengan menetapkan sejumlah bangunan dan kawasan sebagai cagar budaya (SK walikota) dan mengeluarkan Perda No.5/2005 tentang pelestarian cagar budaya namun dalam perkembangannya sangat memprihantinkan karena ternyata beberapa diantaranya sudah berubah dari aslinya dan banyak bangunan bersejarah yang dirobohkan diganti dengan bangunan baru. Kawasan Kota Lama Surabaya merupakan kawasan berfungsi sebagai pusat kota Surabaya pada masa lampau. Akibat fungsinya sebagai pusat kota, di kawasan ini banyak berdiri bangunan-bangunan kuno/ cagar budaya yang selain memiliki nilai artistik juga memiliki nilai sejarah bagi perkembangan kota Surabaya. Keberadaan cagar budaya di kawasan ini juga tidak lepas dari masalah rawan gusur atau kurang terawat. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemkot Surabaya belum mampu untuk menjaga kelestarian cagar budaya yang ada. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah implementasi kebijakan konservasi cagar budaya di kawasan Kota Lama Surabaya. Sedangkan permasalahan kedua adalah bagaimanakah struktur birokrasi, sumberdaya, komunikasi, disposisi pelaksana, dukungan kelompok sasaran dan kepentingan yang dipengaruhi dalam implementasi kebijakan konservasi cagar budaya di kawasan Kota Lama Surabaya. Untuk menjawab permasalahan penelitian, digunakan motode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian eksplanatif. Total informan sebanyak sepuluh orang dari instansi terkait (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Dinas Tata Kota dan Permukiman Kota Surabaya, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya, Kecamatan Krembangan, Kecamatan Pabean Cantikan, Komunitas Tugu Pahlawan.Com juga masyarakat pemilik/pengelola cagar budaya di kawasan Kota Lama Surabaya). Teknik penentuan informan, secara purposive yang selanjutnya berkembang dengan teknik snowball. Proses analisis data dilakukan dengan mengelompokkan serta mengkombinasikan data yang diperoleh, dan juga menetapkan serangkaian hubungan keterkaitan antara data tersebut. Sedangkan validitas data diuji melalui triangulasi sumber data sehingga data yang disajikan merupakan data yang absah. Berdasarkan hasil temuan data yang di lapangan menunjukkan bahwa implementasi kebijakan konservasi cagar budaya di kawasan Kota Lama Surabaya dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh para pelaksana, yang meliputi adanya kegiatan inventarisasi, penelitian & penetapan cagar budaya, penggolongan & pemberian tanda cagar budaya, pendaftaran cagar budaya, pemberian izin pemanfaatan cagar budaya, pemberian izin pemugaran cagar budaya, pelaksanaan demolisi cagar budaya, pemberian bantuan, kompensasi, kemudahan perizinan & atau insentif pembangunan lainnya, pemberian penghargaan & pengangkatan sebagai warga teladan dan pemberian sanksi terhadap pelanggaran kebijakan ini. Namun dalam pelaksanaannya kegiatan-kegiatan tersebut belum dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga terjadi implementation gap. Terkait dengan peran beberapa faktor dalam implementasi kebijakan tersebut, diketahui bahwa struktur birokrasi, sumber daya kewenangan, sumber daya informasi dapat dikatakan cukup baik dan mendukung implementasi kebijakan konservasi cagar budaya di kawasan Kota Lama Surabaya. Sumber daya staf dan fasilitas fisik sebagian besar pelaksana sudah baik tapi sumber daya staf dan fasilitas fisik di tingkat kecamatan masih belum mendukung. Faktor lain yang menghambat implementasi kebijakan ini antara lain sumber daya dana di Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Surabaya dan kecamatan, disposisi pelaksana, komunikasi, dukungan kelompok dan kepentingan yang dipengaruhi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK Fis AN 07/09 Fit i
Uncontrolled Keywords: RURAL DEVELOPEMENT; VILLAGES � CONSERVATION AND RESTORATION
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH1 Natural history (General - Including nature conservation, geographical distribution)
S Agriculture > S Agriculture (General) > S622-627 Soil conservation and protection
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Negara
Creators:
CreatorsNIM
YUNITA FITRIYA, 070417256UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorGitadi Tegas Supramudyo, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 24 Jun 2009 12:00
Last Modified: 18 Jun 2017 22:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18062
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item