RENDI PRIHATMANTO, 060213087
(2006)
IDENTIFIKASI DAN ISOLASI equine Chorionic Gonadotropin (eCG) DARI SERUM KUDA BUNTING DALAM RANGKA UNTUK DIAGNOSIS KEBUNTINGAN PADA KUDA.
Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Abstract
Diagnosa kebuntingan secara hormonal pada kuda dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu (a) mendeteksi substansi spesifik yang terdapat di dalam darah induk seperti equine Chorionic Gonadotropin (eCG), early pregnancy factor (EPF) dan (b) mendeteksi substansi non spesifik yang ada di dalam darah, urine serta air susu selama kebuntingan seperti progesterone, estrone sulphate (Hafez, 2000).
Selama ini yang telah dilakukan untuk mendiagnosa kebuntingan kuda adalah dengan mendeteksi adanya substansi non spesifik selama kebuntingan. Pada kenyataannya, deteksi kebuntingan dengan menggunakan substansi non spesifik seperti progesterone dan estrone sulphate dengan menggunakan teknik RIA (Nalbandov, 1990) belum dapat dilaksanakan secara cepat dilapangan karena beberapa faktor seperti sulitnya pelaksanaan, mahalnya harga kit dan sulitnya mendapatkan bahan-bahan untuk keperluan RIA (Anonimous, 1984).
Dengan melihat substansi spesifik eCG pada induk kuda bunting diharapkan bisa menjadi bahan acuan dalam mendiagnostik terjadinya
kebuntingan pada kuda, sehingga diharapkan tidak ada lagi kesulitan dan hambatan dalam mendiagnosa kebuntingan pada kuda.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengisolasi eCG dari serum kuda bunting.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, terbukti bahwa eCG dapat dideteksi keberadaannya di dalam serum darah kuda bunting melalui metode SDS-PAGE dan Western blot, yaitu dengan didapatkannya empat fraksi protein eCG dengan berat molekul (BM) yaitu: 63,3 kDa , 52,8 kDa , 45,5 kDa dan 42,8 kDa melalui metode SDS-PAGE dan didapatkan satu macam fraksi protein spesifik eCG melalui teknik Western blot dengan berat molekul (BM) : 63,9 kDa.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disarankan untuk melakukan aplikasi eCG sebagai bahan tes diagnostik kebuntingan pada kuda di lapangan, sehingga diharapkan kedepannya tidak ada lagi kesulitan dalam mendeteksi kebuntingan pada kuda.
Actions (login required)
|
View Item |