Debi Firlandi, 080710343 (2012) DIAGNOSA PENYAKIT MATA DENGAN FUZZY INFERENCE SYSTEM METODE TSUKAMOTO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. Sampul.pdf Download (203kB) | Preview |
|
|
Text
2. Lembar Pengesahan.pdf Download (88kB) | Preview |
|
|
Text
3. Pedoman Penggunaan.pdf Download (88kB) | Preview |
|
Text
4. Kata Pengantar.pdf Download (91kB) |
||
Text
5. Abstrak.pdf Download (98kB) |
||
Text
6. Abstract.pdf Download (90kB) |
||
Text
7. Daftar Isi.pdf Download (98kB) |
||
Text
8. Daftar Tabel.pdf Download (89kB) |
||
|
Text
9. Daftar Gambar.pdf Download (89kB) | Preview |
|
|
Text
10. Daftar Lampiran.pdf Download (88kB) | Preview |
|
|
Text
11. Bab 1.pdf Download (105kB) | Preview |
|
Text
12. Bab 2.pdf Download (235kB) |
||
Text
13. Bab 3.pdf Download (127kB) |
||
|
Text
14. Bab 4.pdf Download (516kB) | Preview |
|
|
Text
15. Bab 5.pdf Download (109kB) | Preview |
|
|
Text
16. Daftar Pustaka.pdf Download (102kB) | Preview |
|
Text
17. Lampiran.pdf Download (521kB) |
Abstract
Gejala penyakit mata sering dianggap remeh oleh sebagian orang. Padahal bisa saja gejala tersebut merujuk pada penyakit mata yang serius. Oleh karena itu penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengimplementasikan fuzzy inference system metode Tsukamoto pada kasus diagnosis awal penyakit mata. Adapun penyakit mata yang dimaksud adalah penyakit mata konjungtivitis, keratitis dan glaukoma. Gejala penyakit mata yang digunakan diantaranya adalah mata merah, sakit kepala, mual muntah, kelopak mata bengkak, fotophobia , nyeri sakit di mata, mata belekan, mata berair dan gatal, terasa kelilipan di mata dan efek terlihat pelangi pada penglihatan. Selanjutnya pada gejala-gejala tersebut dilakukan proses fuzzyfikasi. Selanjutnya dibentuk aturan (rule) yang sesuai dengan gejala penyakit mata yang merujuk pada penyakit mata tertentu. Pada tahap akhir dilakukan proses defuzzyfikasi menggunakan metode defuzzyfikasi rata – rata terpusat untuk menghasilkan nilai crips tertentu yang digunakan dalam pengambilan keputusan tingkatan penyakit yang terdiagnosa yaitu tingkat gejala atau tingkat parah. Proses fuzzy inference system Tsukamoto ini kemudian dibangun dalam program dengan pemrograman Microsoft Visual Basic.NET untuk digunakan dalam pengujian kasus diagnosa pasien yang terdiagnosis penyakit mata. Dari pengujian diperoleh kesesuaian hasil diagnosis program dengan hasil diagnosis dari dokter sebesar 91,17%.
Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Additional Information: | KKC KK MPM 34 - 12 Fir d | |||||||||
Uncontrolled Keywords: | FUZZY LOGIC | |||||||||
Subjects: | Q Science Q Science > Q Science (General) R Medicine R Medicine > RE Ophthalmology |
|||||||||
Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi | |||||||||
Creators: |
|
|||||||||
Contributors: |
|
|||||||||
Depositing User: | Agung BK | |||||||||
Date Deposited: | 11 Dec 2012 12:00 | |||||||||
Last Modified: | 25 Jul 2016 06:01 | |||||||||
URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/25575 | |||||||||
Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
View Item |