TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP SERTIPIKAT YANG DITITIPKAN DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI

DANESSYE SUSILO, 031142133 (2013) TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP SERTIPIKAT YANG DITITIPKAN DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s2-2013-susilodane-27222-3.abstr-i.pdf

Download (150kB) | Preview
[img] Text (fultext)
fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (734kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Notaris merupakan pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik sejauh pembuatan akta otentik tertentu tidak dikhususkan bagi pejabat umum lainnya. Salah satu tugas notaris adalah membuat akta seperti Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli. Pengikatan Jual Beli merupakan perjanjian antara pihak penjual dan pihak pembali sebelum dilakukan jual beli karena adanya unsur-unsur seperti belum terjadinya pelunasan. Dengan kata lain Perjanjian Pengikatan Jual Beli merupakan perjanjian pendahuluan yang sudah mengikat antara pihak penjual dan pihak pembeli. Penelitian ini merupakan suatu penelitian hukum sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian hukum yang dilakukan untuk mencari pemecahan masalah atas isu hukum dan permasalahan hukum yang ada, sehingga hasil dari penelitian hukum ini adalah memberikan preskripsi mengenai apa yang seyogyanya mengenai isu hukum yang diajukan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian hukum adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan di dukung dengan studi kasus (case study). Perjanjian Pengikatan Jual Beli dibuat sebagai akibat terdapatnya beberapa persyaratan dalam penyelesaian transaksi jual beli hak atas tanah. Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli hak atas tanah, pelunasan harga jual beli hak atas tanah belum terjadi sehingga belum dapat dilakukan penyerahan hak atas tanah. Penyerahan hak atas tanah dilakukan pada saat pembuatan Akta Jual Beli tanah dihadapan PPAT. Notaris terhadap sertipikat itu, disaat pembeli sudah melakukan pelunasan barulah sertipikat tersebut diberikan kepada pembeli, begitu juga sebaliknya disaat pembeli belum melakukan pelunasan sertipikat tidak boleh diberikan kepada penjual. Apabila terjadi wanprestasi terhadap pembeli maka sertipikat yang dititipkan tadi dikembalikan kepada penjual. Dan jika sertipikat tersebut tidak dikembalikan oleh notaris, maka notaris telah melakukan penggelapan terhadap sertipikat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 TMK.55/13 Sus t
Uncontrolled Keywords: NOTARIES
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM
DANESSYE SUSILO, 031142133UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorM. Hadi Shubhan, Dr., S.H., M.H., CNUNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 09 Oct 2013 12:00
Last Modified: 15 Sep 2016 10:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28716
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item