Yusuf Raditya, 071114075 (2016) KONSTRUKSI SOSIAL TATO DI KOMUNITAS MUSIK INDIE SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
Halaman depan.pdf Download (873kB) | Preview |
|
Text
8.bab 1.pdf Restricted to Registered users only Download (349kB) | Request a copy |
||
Text
9.Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (395kB) | Request a copy |
||
Text
10.bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (346kB) | Request a copy |
||
Text
11.bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (488kB) | Request a copy |
||
Text
12.bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (224kB) | Request a copy |
||
Text
13.daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) | Request a copy |
||
Text
14.lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (242kB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena musisi bertato merupakan konsekuensi dari persaingan industri musik di era modern. Pengunaan tato lebih berkembang di kalangan musisi indie. Kondisi tersebut dikarenakan musisi dengan major label dalam membentuk identitas lebih mudah daripada musisi indie yang mengembangkan semangat Do It Yourself. Akan tetapi, di dalam konteks negara Indonesia pengunaan tato sering kali diasumsikan sebagai criminal. Sehingga banyak konsekuensi yang harus di terima oleh orang yang memiliki tato. Atas dasar tersebut penelitian ini mencoba menelaah kontruksi sosial tato di komunitas musisi indie di kota Surabaya. Kajian ini mengunakan metode konstruksi sosial. Untuk metode penentuan informan mengunakan metode snowball, sedangkan untuk metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan dalam analisa teori konstruksi sosial. Hasil penelitian ini menunjukan konstruksi sosial tato di komunitas musisi indie menunjukan tato sebagai identitas, seni, bahkan menjadi inspirasi dalam bermusik. Identitas tato yang diasumsikan kriminal dalam pemikiran musisi indie berlaku dalam realitas sosial objektif. Dikalangan musisi indie identitas kriminal tato dipahami sebagai realitas subjektif. Untuk tafsir sosial tato di kalangan musisi indie berawal dalam fase internalisasi kemudian objektivasi dan eksternalisasi. Internalisasi ditandai dengan penggunaan tato dikarenakan adanya musisi idola yang menginspirasi tato. Objektivasi ketika musisi bertato masuk dikalangan musisi indie sehingga memperkuat tato sebagai identitas bermusik. Fase eksternalisasi ketika musisi indie yang bertato mencoba memberikan pemahaman mengenai arti tato yang sebenarnya kepada masyarakat umum. Eksternalisasi tato di kalangan musisi indie tidak berlangsung secara kosong, akan tetapi juga bertujuan untuk membongkar budaya dominan yang mengasumsikan tato sebagai kriminal.
Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Additional Information: | KKb KK-2 Fis S 14 16 Rad k | ||||||
Uncontrolled Keywords: | musisi indie, tato, teori konstruksi | ||||||
Subjects: | H Social Sciences H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races |
||||||
Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi | ||||||
Creators: |
|
||||||
Contributors: |
|
||||||
Depositing User: | Turwulandari | ||||||
Date Deposited: | 20 Apr 2016 04:52 | ||||||
Last Modified: | 20 Apr 2016 04:52 | ||||||
URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/29562 | ||||||
Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
View Item |