Hotman Siahaan, Prof.
(2005)
Gerakan Sosial Politik Rakyat, Ontran-ontran Demokrasi.
Universitas Airlangga, Surabaya.
(Unpublished)
Abstract
Gerakan sosial politik sarat interpretasi sebagai gerakan yang menentang kekuasaan dominan. Pemaknaan ini berangkat darikenyataan, dalam banyak hal gerakan sosial dan politik berwujud perlawanan, bersifat kontra-hegemonik dalam berbagai manifestasinya. Tak dapat disangkal, gerakan sosial politik umumnya digerakkan oleh ideologi perlawanan yang dibutuhkan sebagai pembenaran, dan dirumuskan dalam tujuan gerakan dengan maksud agar gerakan tersebut mempunyai landasan dan motivasi yang kuat, serta aspirasi yang tangguh, supaya mampu melawan kekuatan lebih besar yang dihadapi. Dengan kata lain, gerakan sosial politik umumnya menganut ideologi anti-ekstorsi atau ideologi anti-pemerasan, dan menekankan penolakan terhadap sistem yang dianggap tidak adil dan menindas.
Gerakan sosial politik sering pula diidentikkan dengan radikalisme yang bennakna sebagai gerakan sosial yang menolak secara menyeluruh tertib sosial yang sedang berlaku, dan ditandai kejengkelan moral yang kuat untuk menentang dan bennusuhan dengan kaum yang punya hak-hak istimewa dan berkuasa. Karena itu, salah satu aspek paling menarik dari gerakan-gerakan sosial adalah dimensi politiknya, di mana pada dasarnya semua gerakan tersebut merupakan ekspresi protes terhadap keadaan sosial yang tidak adil atau berbagai kekacaulama an, tennasuk pemerasan dan penindasan oleh mereka yang menggunakan kepetani kuasaan (Sartono, 1984:83).
Actions (login required)
 |
View Item |