IMAM SUBADI, 090970132 (2014) MEKANISME PENURUNAN NYERI INFLAMASI TERAPI BEKAM KERING DAN BEKAM BASAH. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2015-subadiimam-34691-6.abstr-k.pdf Download (520kB) | Preview |
|
|
Text (FULL TEXT)
KKA KK DIS K 29-14 Sub m.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang : Nyeri merupakan keluhan utama yang paling sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Terapi bekam kering dan bekam basah telah digunakan sebagai pengobatan nyeri namun perbedaan efektifitas dan mekanisme penurunan nyeri sampai saat ini belum diketahui. Tujuan penelitian : menganalisa perbedaan efektifitas dan mekanisme penurunan nyeri terapi bekam kering dan bekam basah. Metode : Penelitian ini menggunakan tikus strain Wistar. Model hewan nyeri inflamasi yaitu induksi complete Freund adjuvant (CFA). Subyek dikelompokkan menjadi empat: K0 (n= 8) yaitu tikus normal; K1 (n= 8) yaitu tikus yang diinduksi CFA saja; P1 (n= 8) yaitu tikus yang diinduksi CFA ditambah terapi bekam kering; P2 (n= 8) yaitu tikus yang diinduksi CFA ditambah terapi bekam basah. Sampel diambil dari kulit dan medula spinalis dan dilakukan pemeriksaan imunohisto kimia dengan antibodi monoklonal anti : integrin 2 1, HSP 70, TLR4, NFkB-p65, -endorfin, reseptor opioid mu dan glutamat. Waktu reaksi ambang nyeri diukur dengan hot plate. Data dianalisis menggunakan Anova, Brown-Forsythe, LSD, Games Gowell, Kruskal-Wallis, Mann-Whitney dan analisis jalur dengan perangkat lunak SPSS 17. Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan waktu reaksi ambang nyeri terapi bekam kering dan terapi bekam basah (16,93 ± 3,63 dan 22,82 ± 6,34; p= 0,039). Pada jalur terapi bekam kering terdapat pengaruh antara HSP 70 dan TLR4 ( = 0,656; p=0,006), NFkB-p65 dan -endorfin ( = 0,643; p= 0,007), -endorfin dan reseptor opioid mu ( = 0,923; p= 0,000); tidak terdapat pengaruh antara integrin 2 1 dan HSP 70 ( = 0,477; p= 0,062), TLR4 dan NFkB-p65 ( = 0,364; p= 0,166),reseptor opioid mu dan glutamat ( = 0,352; p= 0,182), glutamat dan waktu reaksi ambang nyeri ( = 0,253; p= 0,344). Pada jalur terapi bekam basah terdapat pengaruh antara integrin 2 1 dan HSP 70 ( = 0,763; p= 0,01), HSP 70 dan TLR4 ( = 0,691; p=0,003), TLR4 dan NFkB-p65 ( = 0,521; p= 0,038), NFkB-p65 dan -endorfin ( = 0,699; p= 0,003), -endorfin dan reseptor opioid mu ( = 0,893; p= 0,000); tidak terdapat pengaruh antara reseptor opioid mu dan glutamat ( = 0,162; p= 0,548),glutamat dan waktu reaksi ambang nyeri ( = 0,108; p= 0,691). Kesimpulan : terapi bekam kering dan bekam basah menurunkan nyeri dimana terapi bekam basah lebih efektif dibandingkan bekam kering. Terdapat perbedaan jalur penurunan nyeri antara terapi bekam kering dan bekam basah.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK DIS K 29/14 Sub m | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | dry-cupping, wet-cupping, pain | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology | ||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Tn Fariddio Caesar | ||||||
| Date Deposited: | 17 Oct 2016 02:58 | ||||||
| Last Modified: | 17 Oct 2016 02:58 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32034 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


