KARAKTERISTIK KONTRAK BUILD OPERATE TRANSFER

BHAKTI NUGROHO, 090410225MH (2006) KARAKTERISTIK KONTRAK BUILD OPERATE TRANSFER. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-nugrohobha-4780-thb06_07.pdf

Download (11MB) | Preview
[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-nugrohobha-4780-thb06_0-k.pdf

Download (338kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Iklim investasi bisa dijaga bukan hanya dengan janji. Sering pemerintah kota / Kabupaten harus ber-road show untuk menawarkan berbagai proyek pada calon investor. Seperti biasanya, semua janji manis berupa kemudahan dan perlindungan akan diberikan semaksimal mungkin. Juga, pasti dijanjikan proyek tersebut saling inenguntungkan dan tentu saja penting bagi pengembangan ekonomi maupun sosial daerah yang bersangkutan. Jika akhirnya investor kesengsem, maka bertemulah investor dengan bupati / wali kota untuk negosiasi. Jika dirasakan ada hal yang masih blelum clear, maka atas dasar saling percaya, memahami, dibuatlah kesepakatan yang paling menguntungkan dengan harapan agar proyek segera berjalan. Kesepakatan tmrnyata bukan hanya dengan eksekutif, melainkan juga melibatkan legislatif. Aturan in pun dilalui para investor. Dan, tentu setelah saling memahami masalah dan saling memecahkan, terbitlah surat persetujuan. Kita tahu, pastilah semua itu tidak gratis! Investor sudah pasti mengeluarkan biaya-biaya yang sudah diperkirakan, sebut sajalah sebagai biaya negosiasi. Bahkan, jauh sebelum proyek di tangan pun, investor Larus sudah mengeluarkan biaya. Sudah tradisi! Karena niatnya memang saling nienguntungkan, maka solusi yang kemudian dipilih tentu saja hasil dari kesepakatan tiga pihak, yakni eksekutif, legislatif, dan investor. Dengan kesepakatan itu, lalu hLhirlah surat keputusan yang dijadikan acuan bagi investor untuk bekerja. Karena saling mempunyai niat baik itulah, bahkan ada investor yang rela mengerjakan proyek build operate transfer (BOT) Ini proyek sating percaya yang sungguh amat lemah dari sisi hukum. Bagaimana jika :emudian pemerintah? Bagaimana pula nasib investor? Jika proyek itu di tengah jalan, tiba-tiba pemerintah berulah, bagaimana nasib si investor itu? Dilain pihak pembangunan dalam bidang infrastruktur seperti saat ini telah menjadi tanggung awab sepenuhnya Pemerintah. Bagi pemerintahan yang tidak memiliki sumber keuangan yang cukup untuk membangunnya harus mencari alternatif terbaik untuk nemenuhi kebutuhan masyarakatnya. Salah sate alternatif yang sering digunakan adalah penggunaan pola BOT ( Build Operate Transfer ). Pola BOT dikenal luas di ,Iunia, sebagai salah satu jalan keluar bagi permasalahan dana dalam membangun nfrastruktur, seperti sarana keperluan umum, peningkatan fasilitas umum, ransportasi, telekomunikasi dan listrik. Terdapat berbagai variasi atau istilah BOT yang dikenal luas, diantaranya : FBOOT (Finance Build Own Operate Transfer), B0L (Build Operate Lease), DBOM (Design Build Operate Maintain), BOT Build Operate Transfer), dan sebagainya. Istilah BOT digunakan untuk semua tipe Concession Agreement. Pertimbangan-pertimbangan pokok bagi pembangunan proyek infrastruktur dengan pola BOT yang didasarkan atas kepentingan Pemerintah, khususnya Negara Berkembang adalah : 1. Tidak membebani neraca pembayaran pemerintah (off balance-sheet financing ). 2. Mengurangi jumlah pinjaman Pemerintah maupun sektor publik lainnya; 3.Merupakan tambahan sumber pembiayaan bagi proyek-proyek yang diprioritaskan ( additional finance sources for priority projects ); 4. Tambahan fasilitas baru; 5. Mengalihkan resiko bagi konstruksi, pembiayaan dan pengoperasian kepada sektor swasta; 6.Mengoptimalkan kemungkinan pemanfaatan perusahaan swasta maupun teknologi asing; 7. Mendorong proses alih teknologi, khususnya bagi kepentingan negara¬negara berkembang; 8. Diperolehnya fasilitas yang lengkap dan operasional setelah masa akhir konsesi. Demikian beberapa hal kecil sebagai awal dari kajian yang akan dibahas dalam enulisan tesis ini semoga berkenan membaca dan bisa bermanfaat untuk menambah rawasan kita semua.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THB. 06/07 Nug k
Uncontrolled Keywords: KONTRAK BUILD OPERATE TRANSFER
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsNIM
BHAKTI NUGROHO, 090410225MHUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorH. Moch. Isnaeni, prog.,Dr.,S.H.,M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Aug 2016 13:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34138
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item