MONA ZUBAIDAH, 090214727 M
(2004)
PENINGKATAN TITER IMUNOGLOBULIN A MUKOSA USUS HALUS MENCIT (MUS MUSCULUS) SESUDAH PEMBERIAN PROTEIN SOLUBEL TOXOPLASMA GONDII DENGAN ATAU TANPA AJUVAN TOKSIN KOLERA SECARA INTRANASAL : PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIS.
Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Abstract
Pada patogenesis toksoplasmosis secara alamiah mukosa saluran usus merupakan tempat awal masuknya infeksi parasit ini, oleh karena itu respon imun humoral terhadap toksoplasmosis yang bersifat lokal terutama terjadi pada permukaan mukosa saluran usus dan diperankan oleh imunoglobulin A (IgA). Penggunaan protein solubel (SPT Ag) dimaksudkan untuk menginduksi respon imun dengan aplikasi intranasal yang merupakan salah satu rute imunisasi yang efektif untuk menginduksi respon imun. Ajuvan CT digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan sistem imun mukosa untuk merespon SPTAg yang diberikan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran dan perbedaan respon imun IgA mukosa usus hewan coba yang diimunisasi dengan SPT Ag T. gondii yang diaplikasikan secara intranasal dengan atau tanpa menggunakan ajuvan CT. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan rancangan faktorial post test only, menggunakan 48 ekor mencit, dibagi dalam 3 kelompok perlakuan: kelompok pertama yaitu kelompok perlakuan kontrol yang diimunisasi dengan PBS; kelompok kedua diimunisasi dengan SPTAg; kelompok ketiga diimunisasi dengan SPTAg dan ajuvan CT. Imunisasi dilakukan satu kali pada awal minggu pertama. Sampel dari flushing mukosa usus diambil setiap minggu sampai dengan minggu keempat setelah imunisasi. Titer Ig A berupa Optical Density (OD) diukur dengan teknik ELISA. Data dianalisis dengan uji anava faktorial dan uji LSD (Least Significant Different). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian SPT Ag intranasal dengan atau tanpa ajuvan CT terdapat perbedaan gambaran respon imun IgA yang signifikan (p<0,05), dibandingkan PBS sebagai kelompok kontrol. Penggunaan SPT Ag tanpa ajuvan meningkatkan respon imun yang nyata terutama pada minggu I sebesar 0,669, yang kemudian menurun pada minggu-minggu selanjutnya. Hal tersebut kemungkinan karena degradasi SPT Ag oleh flora normal usus. Sedangkan penggunaan SPT Ag dengan ajuvan CT, menghasilkan respon imun yang rendah pada minggu I yaitu 0,386 tetapi diikuti peningkatan yang signifikan (P<0,05), pada minggu III (0,632), yang merupakan puncak respon IgA tertinggi, kemudian menurun secara tidak signifikan (p>0,05) pada minggu berikutnya yaitu 0,551. Penggunaan SPT Ag dengan ajuvan CT dapat mempertahankan respon IgA mukosa usus lebih lama karena toksin dalam ajuvan CT dapat mengurangi degradasi flora usus dan adanya switching IgA pada mukosa usus yang relatif lebih tinggi dibandingkan dalam serum. Jadi, penggunaan SPT Ag dengan ajuvan CT pada aplikasi intranasal mampu menginduksi peningkatan dan perubahan profil respon imun yang lebih baik dibandingkan SPTAg tanpa ajuvan CT. </description
Actions (login required)
|
View Item |