PENGARUH FAKTOR PENDERITA DAN LINGKUNGAN TERHADAP KESEMBUHAN PENDERITA MALARIA DI KECAMATAN KUPANG TIMUR - NTT

INA DEBORA RATU LUDJI, 090315110 M (2005) PENGARUH FAKTOR PENDERITA DAN LINGKUNGAN TERHADAP KESEMBUHAN PENDERITA MALARIA DI KECAMATAN KUPANG TIMUR - NTT. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-ludjiinade-1863-tkm150-k.pdf

Download (548kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
36080.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit malaria masih merupakan masalah besar di beberapa bagian benua Afrika dan Asia Tenggara terutama di negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia penyakit ini menduduki urutan ke- 8 dari 10 besar penyakit utama penyebab kematian dengan angka kematian di perkotaan 0,7 % dan di pedesaan 1,7%. Diperkirakan 60% penduduk Indonesia tinggal di daerah endemis terutama di Indonesia bagian tengah dan timur (SKRT, 2001). Upaya pemberantasan malaria di Jawa dan Bali telah menurunkan insiden malaria Annual Parasite incidence (API) dari 0,81%o pada tahun 2000 menjadi 0,47 %o pada tahun 2002. Sedangkan di luar Jawa Bali insiden malaria Annual Malaria incidence (AMI) telah turun dari 31,09 %o pada tahun 2000 menjadi 22,3 %o pada tahun 2002. Namun pada tahun 2003 AMI meningkat lagi menjadi 46,5%o. Hal ini terjadi karena interaksi berbagai faktor risiko. Kesembuhan penderita malaria dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor penderita yang langsung mempengaruhi kesembuhan penderita malaria adalah keteraturan menelan obat dan status gizi serta faktor lain yang secara tidak langsung turut mempengaruhi kesembuhan penderita malaria melalui keteraturan menelan obat adalah umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan dan sikap. Faktor risiko lingkungan yang mempengaruhi keteraturan menelan obat diantaranya lingkungan keluarga seperti peran keluarga, jarak dari rumah ke Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) AMI tahun 2000 adalah sebesar 65,85%o dan API sebesar 9,84%o, proporsi kesakitan malaria terhadap berbagai jenis penyakit lainnya pada pengunjung rawat jalan Puskesmas mencapai 78,98 % dari semua penderita baru dengan 28 jenis penyakit yang diamati. Puskesmas Oesao pada 3 (tiga) tahun terakhir dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2003 AMI berturut-turut sebesar 291,17 %, 174,59 %o dan 158,42 %o termasuk high incidence area, pada tahun 2003 API 54,64% termasuk high case incidence serta SPR 31,16% dan ABER 5,46% termasuk high prevalence area. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh faktor penderita dan lingkungan terhadap kesembuhan penderita malaria di Kecamatan Kupang Timur, NTT. Faktor penderita meliputi keteraturan menelan obat dan status gizi yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kesembuhan penderita malaria serta faktor umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan dan sikap yang mempengaruhi kesembuhan penderita malaria melalui keteraturan menelan obat. Faktor lingkungan mempunyai pengaruh tidak langsung kepada kesembuhan penderita malaria melalui keteraturan menelan obat adalah peran keluarga, jarak dari rumah penderita ke Puskesmas. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cohort. Kohortnya adalah kelompok yang mempunyai karakteristik yang sama yaitu penderita malaria dengan hasil pemeriksaan sediaan darah positif P. falciparum atau P. vivax. Penderita malaria mendapat pengobatan antimalaria sesuai standar pengobatan radikal dari Depkes RI bulan Februari – Mei 2005 di Puskesmas Oesao Kecamatan Kupang Timur. Besar sampel penelitian adalah 60 orang diambil secara non random sampling. Pada penelitian ini penderita malaria yang diobati di evaluasi kesembuhannya pada hari ke- 7 dan ke- 28 dengan cara pemeriksaan sediaan darah di Puskesmas. Hasil penelitian dianalisis dengan uji statistik regresi logistik sederhana dan regresi logistik ganda dengan kemaknaan pada p < 0,05. Dari 60 orang penderita yang diobati yang sembuh pada hari ke-7 P. falciparum sebesar 84,1 dan P. vivax sebesar 81,3 % yang sembuh hari ke-28 P. falciparum sebesar 97,7 dan P. vivax sebesar 75 %. Pada penderita dengan malaria falciparum yang menjalani pengobatan malaria falciparum lini I dan melanjutkan pengobatan malaria falciparum lini II sebesar 15,9%. Setelah pengobatan malaria falciparum lini II pada evaluasi kesembuhan hari ke -28 dari penderita yang diberi pengobatan penderita sembuh 85,7%. Penderita yang tidak sembuh melanjutkan pengobatan malaria falciparum lini III. Pada penderita dengan malaria vivax yang menjalani pengobatan malaria vivax dan tidak sembuh 25% diberikan pengobatan malaria vivax resisten klorokuin. Faktor yang mempengaruhi kesembuhan penderita malaria pada evaluasi kesembuhan hari ke-7 maupun hari ke-28 adalah interaksi peran keluarga dan keteraturan menelan obat. Risiko kesembuhan pada penderita dengan peran keluarga cukup baik dan teratur menelan obat pada evaluasi kesembuhan hari ke-7 sebesar 80,9 kali lebih besar dari pada penderita yang peran keluarga cukup baik - menelan obat tidak teratur ; peran keluarga kurang- menelan obat teratur ; peran keluarga kurang - menelan obat tidak teratur dengan probabilitas kesembuhan sebesar 64,30%. Pada evaluasi kesembuhan hari ke-28 sebesar 17,98 kali kali lebih besar dari pada penderita yang peran keluarga cukup baik - menelan obat tidak teratur ; peran keluarga kurang- menelan obat teratur; peran keluarga kurang – menelan obat tidak teratur dengan probabilitas kesembuhan sebesar 28,58%. Faktor yang tidak berpengaruh terhadap kesembuhan penderita malaria pada evaluasi kesembuhan baik hari ke-7 maupun ke-28 adalah status gizi, umur, jenis kelamin pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, sikap dan jarak dari rumah penderita ke Puskesmas. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh terhadap kesembuhan penderita malaria adalah keteraturan menelan obat dan peran keluarga. Disarankan kepada Penderita dibekali dengan kartu kontrol untuk follow up pemeriksaan malaria serta perlunya peran keluarga untuk menjadi pengawas menelan obat (PMO). Kepada peneliti agar penelitian dilanjutkan tentang pengaruh status gizi terhadap kesembuhan penderita malaria pada kelompok usia tertentu seperti 1 – 5 tahun serta dilakukan uji efikasi dan resistensi klorokuin di wilayah Kecamatan Kupang Timur.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKM 15/06 Lud p
Uncontrolled Keywords: MALARIA
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA771-771.7 Rural health and hygiene. Rural health services
R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
INA DEBORA RATU LUDJI, 090315110 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorFlorentina Sustini, Dr.,dr.,MSUNSPECIFIED
Thesis advisorSusilowati Andajani, dr.,MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 10 Jul 2017 21:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36080
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item