PENGARUH OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN CEDERA TULANG RAWAN SENDI LUTUT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Norvegicus): PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIS

TJAHJA NURROBI, 090214765 M (2005) PENGARUH OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN CEDERA TULANG RAWAN SENDI LUTUT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Norvegicus): PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIS. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-nurrobitja-1957-tkd070-k.pdf

Download (412kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-nurrobitja-1957-tkd0706.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Oksigen Hiperbarik (OHB) adalah merupakan salah satu modalitas terapi yang dapat digunakan untuk merangsang penyembuhan luka, termasuk cedera tulang rawan sendi. Banyak penelitian yang membuktikan tentang pengaruh OHB pada penyembuhan cedera tulang rawan sendi, akan terapi prosesnya tetap belum dapat dijelaskan. Sedangkan tulang rawan sendiri adalah merupakan jaringan yang unik, karena ia merupakan jaringan yang tidak memiliki basal membran, avaskuler, serta hanya bergantung pada difusi untuk nutrisinya. Penelitian ini ditujukan untuk membuktikan proses penyembuhan cedera tulang rawan sendi oleh OHB pada tikus putih (Rattus norvegicus). Ada tiga Indikator penyembuhan cedera tulang rawan sendi yang dipakai, yaitu : jumlah kondrosit yang mengekspresikan TGF-, jumlah kondrosit itu sendiri dan ketebalan tulang rawan sendi. Tiga puluh Rattus norvegicus terlebih dahulu dilakukan transeksi ligamen krusiatum anterior dan menisektomi agar terjadi ketidakstabilan pada sendi lutut. Setelah itu diberikan aktifitas fisik yang menekan tulang rawan sendi berupa lari. Tikus dilarikan diatas Rotarod dalam 10 � 15 menit sehari selama 4 minggu dengan kecepatan 8 � 10 putaran per menit. Pada aktifitas lari ini, diharapkan akan terjadi penipisan tulang rawan sendi akibat ketidakstabilan sendi lutut. Tiga puluh tikus tersebut kemudian dibagi menjadi tiga kelompok, sehingga tiap kelompok terdiri dari sepuluh tikus. Kelompok 1 adalah merupakan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan terapi OHB. Kelompok 2 dan 3 masing-masing mendapat terapi OHB satu seri (sepuluh hari) dan dua seri (duapuluh hari ). Semua tikus kemudian diperiksa secara imunohistokimia dan histologis untuk mengetahui jumlah kondrosit yang mengekspresikan TGF-, jumlah kondrosit dan ketebalan tulang rawan sendi. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan grafik jumlah kondrosit yang mengekspresikan TGF-, jumlah kondrosit dan ketebalan tulang rawan sendi berturut-turut mulai dari kelompok 1,2 dan 3. Dan hasil uji statistika menunjukkan terdapat korelasi yang bermakna antara lama pemberian HBO dengan jumlah kondrosit yang mengekspresikan TGF- (p=0.000, r0.604), jumlah kondrosit (p-0.000, r-0.854) dan tebal tulang rawan (p=0.000, r=0.931). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa OHB dapat merangsang penyembuhan cedera tulang rawan sendi melalui peningkatan jumlah kondrosit yang mengekspresikan TGF-, jumlah kondrosit dan ketebalan tulang rawan sendi. Pada akhirnya diharapkan OHB dapat merangsang penyembuhan cedera tulang rawan sendi pada penderita osteoartntis.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KK KKA TKD 07/06 Nur p
Uncontrolled Keywords: Hyperbaric Oxygen, Cartilage healing, Cartilage Injury
Subjects: R Medicine > RB Pathology > RB37-56.5 Clinical pathology. Laboratory technique
S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran Dasar
Creators:
CreatorsNIM
TJAHJA NURROBI, 090214765 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDjoko Roeshadi, Prof.,Dr.,dr.,SpOT.FICSUNSPECIFIED
Thesis advisorEndang Joewarini, Dr.,dr.,SpPAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 19:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36145
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item