PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM PROSES PERADILAN

DIAH SRI BUDIYATI, 031141160 (2013) PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM PROSES PERADILAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-budiyatidi-28671-3.abstr-i.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-budiyatidi-28671-fulli.pdf
Restricted to Registered users only

Download (464kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tindak pidana perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, telah meluas dalam bentuk jaringan kejahatan baik terorganisasi maupun tidak terorganisasi. Tindak pidana perdagangan orang bahkan melibatkan tidak hanya perorangan tetapi juga korporasi dan penyelenggara negara yang menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya. Jaringan pelaku tindak pidana perdagangan orang memiliki jangkauan operasi tidak hanya antar wilayah dalam negeri tetapi juga antar negara, dalam tesis dengan tipe penelitian yuridis normatif dan dengan pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan serta pendekatan kasus, diperoleh analisa dari rumusan masalah Bagaimana pengaturan perlindungan saksi dan korban dalam tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Bagaimana pertanggungjawaban penal dan non penal pelaku tindak pidana perdagangan orang. Dalam UU RI Nomor 21 Tahun 2007 pelaku tindak pidana perdagangan orang digolongkan menjadi : (1). Setiap orang yang terdiri dari orang perorangan dan korporasi, (2). Penyelengara negara, (3). Penganjur (Uitlokker) dan atau menyuruh lakukan (Doen pleger), (4). Membantu melakukan (Medeplichtigheid) pembantuan tidak hanya sebelum atau pada saat kejahatan perdagangan orang dilakukan tetapi juga sesudah kejahatan perdagangan orang, (5). Orang yang turut melakukan (Mede pleger), (6). Pengguna, (7). Kelompok terorganisasi. Mengenai pertanggungjawaban pidana bagi pelaku perdagangan orang bahwa ancaman hukuman atau sanksi pidana dalam UU RI Nomor 21 Tahun 2007 lebih berat dibandingkan dengan KUHP. Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh para penegak hukum dalam upaya memenuhi restitusi korban tindak pidana perdagangan orang, yaitu: Kendala dari perundang-undangan, Kendala dari kurangnya kesadaran dan sumber daya manusia yang terlatih dan terampil dari penegak hukum, Kendala dari kurangnya kesadaran hukum korban.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TH. 68/13 Bud p
Uncontrolled Keywords: Crime Employment, Labor or Forced Labor Slavery Labor, Trafficking Crime
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3154-3370 Constitutional law > K3289-3367 Organs of government > K3367 The judiciary
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3840-4375 Regulation of industry, trade, and commerce. Occupational law > K3842-3862 Trade regulations. Control of trade practices
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K5000-5582 Criminal law and procedure > K5015.4-5350 Criminal law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsNIM
DIAH SRI BUDIYATI, 031141160UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSarwirini, Dr.,SH.,MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2015
Last Modified: 29 Aug 2016 07:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/38409
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item